Andrea cha FKIP Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Sriwijaya Palembang

Senin, 20 Februari 2012

Remidial passing bawah bola volly


REMIDIAL KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI SISWA KELAS 8E SMPN 09 MALANG
Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Matakuliah Pengajaran Remidial
Yang dibina oleh Drs.Mardianto,M.Kes

Oleh:
Bambang Nudiansyah             108711415471


UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
2011

KATA PENGANTAR

Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala rahmat-Nya sehingga makalah pengajaran remidial ini dapat diselesaikan. Terimakasih pada semua, yang terlibat dalam pembuatan program ini. Ucapan terimakasih pertama kami ucapkan pada Bpk mardianto dan bapak Usman selaku dosen pembimbing mata kuliah Pengajaran Remidial ,  kesungguhan beliau yang selalu membina kami dalam mata kuliah pengajaran remidial, yang mana tanpa usaha yang baik, maka makalah ini tidak mungkin dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tak lupa, terimakasih pada teman-teman  karena keterlibatannya dalam hal support, bantuan, informasi dll. Kami  berharap, makalah ini dapat diterima dengan baik. Kami juga akan lebih mengembangkan lagi hasil yang sudah  diperoleh. Semoga ridho Allah SWT selalu menyertai kita. Amien.
Malang, 05 Mei  2011
Penulis
DAFTAR ISI 
halaman

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….
1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………………..
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………
1.3 Pentingnya Pemecahan Masalah……………………………………………..
1.4 Keterampilan Passing Bawah Bola Voli
Siswa Kelas 8E SMPN 09 MALANG…………………………………………..
1.5 Ciri sisiwa yang memperoleh Kesulitan Keterampilan
Passing Bawah BolaVoli…………………………………………………………….
1.6 Sebab kesulitan passing bawah bola voli………………………………….
1.7 Alternative-alternatif pemecahan masalah………………………………..
1. Program Latihan keterampilan passing bawah bola voli
individual……………………………………………………………………………
2. Program Latihan Keterampilan passing bawah bola voli berpasangan
3. Latihan keterampilan passing bawah bola voli
kelompok kecil…………………………………………………………………….
BAB II KAJIAN PUSTAKA………………………………………………………………..
2.1 Sejarah permainan  bola voli…………………………………………………..
2.2 Jenis-jenis keterampilan bermain bola voli………………………………..
2.3 Tahapan  keterampilan passing bawah bola voli………………………..
2.4 Teknik latihan passing bawah bola voli……………………………………
BAB III PROGRAM LATIHAN SHOOTING BOLA VOLI………………….
3.1 PROGRAM LATIHAN INDIVIDUAL KETERAMPILAN
PASSING BAWAH BOLA VOLI……………………………………………..
3.1.1Rencana program latihan keterampilan
passing bawah bola voli individual…………………………………….
3.1.2 Pelaksanaan program latihan keterampilan
passing bawah bola voli individual…………………………………….
3.1.3 Evaluasi program latihan keterampilan
passing bawah bola voli individual…………………………………….
3.1.4 Pembahasan keberhasilan dan ketidakberhasilan latihan keterampilan passing bawah bola voli individual……………………………………………………………………….
3.2 PROGRAM LATIHAN INDIVIDUAL KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI BERPASANGAN…………………………………………………………………….
3.2.1 Rencana program latihan keterampilan passing
bawah bola voli berpasangan…………………………………………….
3.2.2 Pelaksanaan program latihan keterampilan
passing bawah bola voli berpasangan…………………………………
3.2.3 Evaluasi program latihan keterampilan
passing bawah bola voli berpasangan…………………………………
3.2.4 Pembahasan keberhasilan dan ketidakberhasilan latihan keterampilan passing bawah bola voli berpasangan……………………………………………………………………
3.3 PROGRAM LATIHAN KELOMPOK KECIL………………………
3.3.1 Rencana program latihan keterampilan passing
bawah bola voli kelompok kecil………………………………………..
3.3.2 Pelaksanaan program latihan keterampilan
passing bawah bola voli kelompok kecil……………………………..
3.3.3 Evaluasi program latihan keterampilan
passing bawah bola voli kelompk kecil……………………………….
3.3.4 Pembahasan keberhasilan dan ketidakberhasilan latihan keterampilan passing bawah bola voli kelompok kecil………………………………………………………………..
BAB IV PENUTUP……………………………………………………………………………..
5.1 Kesimpulan………………………………………………………………………….
5.2 Saran…………………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………..

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah dasar terfokus pada pengembangan aspek nilai-nilai dalam pertumbuhan, perkembangan dan sikap perilaku anak didik serta membantu siswa meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan melalui pengenalan dan penanaman ikap positif serta melalui pengembangan gerak dasar dan berbagai aktivitas jamani.
Pendidikan jasmani dan kesehatan adalah suatu bagian dari penidikan keseruluhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan pengembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang selaras, serasi dan seimbang.
Permainan bola voli adalah permainan memantul-mantulkan bola oleh tangan atau lengan dari dua regu yang bermain di atas lapangan yang mempunyai ukuran-ukuran tertentu. Untuk masing-masing regu, lapangan dibagi dua sama besar oleh net atau tali yang dibentangkan di atas lapangan dengan ukuran ketinggian tertentu. Satu orang pemain tidak boleh memantulkan bola dua kali secara berturut-turut, dan satu regu dapat memainkan bola maksimal tiga kali sentuhan di lapanganya sendiri. Prinsip bermaina bola voli adalah menjaga bola jangan sampai jatuh di lapangan sendiri dan berusaha menjatuhkan bola dilapangan lawan atau mematikan bola di pihak lawan. Permainan dimulai dengan pukulan servis dari daerah servis. Bola harus diseberangkan ke lapangan lawan melalui atas net.
Menurut subroto (2007)
Untuk bisa bermain bola voli dengan baik, maka diperlukan beberapa keterampilan teknik dasar bermaian bola voli, yaitu: (1) Keterampilan dasar memantulkan dan mengoperkan bola, (2) Keterampilan dasar memukul bola, dan (3) keterampilan dasar membendung bola. Bola yang mudah dimainkan tidak selamanya datang dari teman seregu tetapi kadangkala juga datang dari lawan, namun pada umunya datang dari teman seregu.
Pada permainan bola voli harus diimbangi dengan kemampuan teknik dasar yang baik dan benar. Dalam mempelajari teknik dasar perlu pemahaman yang kuat terhadap langkah-langkah pembelajaran teknik dasar. Kenyataan di lapangan tidak seperti yang diharapkan. Pada siswa kelas 8E di SMPN 09 Malang pada saat dilakukan tes keterampilan passing bawah bola voli ternyata hasil yang diperoleh ada beberapa siswa yang nilainya kurang dari SKM yang telah ditentukan. Beberapa siswa mengalami kesulitan ketika melakukan tes. Kesulitan yang dialami yaitu  pada langkah-langkah melakukan keterampilan passing bawah bola voli dan koordinasi gerakan. Kebanyakan passing yang dilakukan kurang maksimal pada perkenaan bola di lengan dan tinggi bola tidak berada di atas kepala. Oleh karena itu, untuk memperbaiki hasil yang diperoleh, seorang guru harus memberikan remidi dengan sebelumnya memberikan program dan bentuk-bentuk latihan keterampilan passing bawah bola voli terhadap siswa  terutama yang mengalami kesulitan dalam melakukan passing bawah bola voli.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang diperoleh yaitu:
  1. Mengapa banyak siswa kelas 8E SMPN 09 Malang mengalami kesulitan pada saat melakukan tes keterampilan passing bawah bola voli?
  2. Bagaimana bentuk-bentuk program latihan yang dapat meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli untuk siswa kelas 8E SMPN 9 Malang.
1.3  Pentingnya Pemecahan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas maka dapat diperoleh tujuan yaitu
  1. Untuk mengetahui mengapa banyak siswa kelas 8E SMPN 09 Malang mengalami kesulitan pada saat melakukan tes keterampilan passing bawah bola voli.
  2. Untuk  mendeskripsikan bagaiman bentuk-bentuk program latihan yang dapat meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli.
1.4  Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Siswa Kelas 8E SMPN 09 Malang
Tes keterampilan passing bawah bola voli siswa Kelas 8E SMPN 09 Malang jumlah siswa yang mengikuti tes yaitu 22 siswa, dengan jumlah siswa laki-laki 14 siswa dan perempuan 8 siswa. Tes dilakukan secara individu dengan passing bawah dengan ketinggian di atas kepala dilakukan selama 1 menit.
Instrument Tes
Tujuan: tes yang dilakukan untuk mengukur keterampilan passing bawah bola voli
Alat yang digunakan: bola voli 4 buah, peluit 1 buah dan stopwatch 1 buah.
Petunjuk pelaksanaan:
  • Testee berada pada tempat yang disediakan dengan bola voli berada di depan.
  • Tes berjalan setelah tanda peluit dibunyikan kemudian stopwatch dijalankan.
  • Testee melakukan passing bawah bola voli dengan ketentuan ketinggian di atas kepala selama 1 menit.
Cara menghitung:
  • Testee melakukan passing bawah dengan benar berdasarkan teknik dasar passing bawah bola voli.
  • Passing bawah dengan ketinggian diatas kepala selama 1 menit.
Bola tidak dihitung apabila:
  • Bola tidak lebih di atas kepala.
  • Bola jatuh atau menyentuh lantai.
  • Bola dilambungkan ke atas tanpa mengunakan teknik yang benar.
Hasil Tes.
Tabel. Hasil Tes Keterampilan Passing Bawah Bola Voli
No.
Nama
Jenis kelamin
Passing Bawah dengan ketinggian di atas kepala
(1 menit)
1.   
2.   
3.   
4.   
5.   
    
    
    
    
    
    
    
    
    
    
    
    
    
    
    
1.5  Ciri-ciri Siswa yang Memperoleh Kesulitan Belajar Keterampilan Passing Bawah Bola Voli.
Pada saat  tes keterampilan passing bawah bola voli dilakukan pada siswa kelas 8E SMPN 09 Malang ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan. Ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan pada saat tes keterampilan bola voli dilakukan sebagai berikut:
  • Pada saat melakukan tes bola sering jatuh dan tidak lebih dari ketinggian di atas kepala.
  • Bergurau dan tidak serius pada saat melakukan tes
  • Perkenaan bola di lengan pada saat melakukan passing bawah bola voli.
  • Tubuh terlalu rendah karena pinggang ditekuk sehingga passing tidak tinggi.
  • Lutut tidak ditekuk pada saat melakukan passing bawah.
  • Ketika menerima bola lengan terlalu tinggi, kemudian lanjutan lengan berada di atas bahu.
  • Bola mendarat di lengan daerah siku dan perkenaan passing berada di ujung jari yang menggenggam.
  • Pada saat melakukan tes siswa cenderung panik dan tidak tenang.
1.6  Sebab Kesulitan Passing Bawah Bola Voli
Sebab-sebab siswa yang mengalami kesulitan pada saat melakukan keterampilan passing bawah bola voli adalah sebagai berikut:
  • Posisi kaki tidak membentuk sudut 45o yang bertujuan untuk menambah daya dorong tangan dan unutk mengontrol arah datangnya bola.
  • Lengan siku menekuk ketika melakukan passing bawah sehingga bola tidak maksimal lambung ke atas.
  • Posisi tangan tidak lurus, sejajar dan berporos pada bahu sehingga mempengaruhi gerakan bola, bola akan susah dikontrol dan mudah jatuh.
  • Perkenaan bola dengan tangan sehingga bola melenceng dan yang benar yaitu berada di atas pergelangan tangan dan dibawah ruas siku.
  • Tidak meregangkan kaki sejajar bahu dan lutut tidak ditekuk sehingga pantulan bola pada lengan bawah tidak bisa terarah dengan maksimal.
  • Ayunan tangan tidak dari bawah ke atas dengan tetap mempertahankan posisi awal sehingga posisi tangan berubah dan tidak sejajar.
1.7  Alternatif Pemecahan Masalah
Dari beberapa masalah, kesulitan dan sebab melakukan keterampilan tes passing bawah pada siswa kelas 8E SMPN 09 Malang di atas, menyebabkan nilai yang diperoleh oleh para siswa kurang dari nilai yang diharapkan guru. Maka dari itu dilakukan remidi untuk memperbaiki nilai-nilai yang kurang memuaskan. Sebelum dilakukan tes ujian keterampilan remidi, maka dilakukan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang diharapkan bisa membantu kesulitan para siswa. Alternatife-alternatif pemecahan masalah itu diantaranya bisa dilakukan dengan latihan keterampilan passing bawah bola voli individual dan latihan keterampilan passing bawah bola voli kelompok kecil.
  1. 1.        Latihan keterampilan passing bawah bola voli individual.
Latihan ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli siswa yang bisa dilakukan secara individu tanpa harus menunggu ada lawan/teman latihan. Latihan individual ini dapat dilakukan sendiri dengan melakukan latihan teknik dasar tanpa bola dan menggunakan bola. Latihan tanpa menggunakan bola dapat dilakukan dengan mula-mula beridir kemudian jogging ke depan dan berhenti lalu memperagakan teknik dasar passing bawah dan seterusnya dilakukan secara kontinyu. Dan latihan dengan menggunakan bola dilakukan secara serius dan minimal latihan 3X dalam seminggu.
  1. 2.        Latihan keterampilan passing bawah bola voli kelompok kecil
Latihan ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan passing ketika berpasangan dengan lawan dan juga penting untuk meningkatkan kemampuan individu. Latihan ini dilakukan dengan beberapa orang yang membentuk kelompok kecil, sehingga saling membantu dan mengoreksi kesalahan satu sama lain.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Permainan Bola Voli
Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1985. ia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Nama permainan in semula disebut “Minonette” yang hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak terbatas sesuai dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam secara missal. William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan permainan tersebut agar mencapai cabang olahraga yang dipertandingkan. Nama permainan kemudian menjadi “volley ball yang artinya kurang lebih mem-volley bola berganti-ganti. Perkembangna permainan bola voli pada waktu itu di Amerika Serikat sangat cepat berkat usaha William G. Morgan. Tahun 1922 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di Negara Amerika Serikat. Pada saat perang dunia I tentara-tenatra sekutu menyebarluaskan permainan ini ke Negara –negara Asia dan Eropa terutama negarea Jepang, Cina, India, Filipina, Perancis, Rusia, Estonia, Latvia, Ceko-slovakia, Rumania, Yugoslavia dan Jerman. Dalam perang dunia II permainan ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia.
Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas bola voli di USA menurun, sedang di Negara lain terutama Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan massal. Mengingat turnamen bola voli yang pertama (1947) di Polandia pesertanya cukup banyak, maka pada tahun 1948 I.V.B.F (international volley ball federation) didirikan yang beranggota 15 negara. Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1982 pada zaman penjajahan Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya. Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama-asrama, di lapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda sendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan mayarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI (persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama. PBVSI sejak itu aktif mengembangkan kegiatan-kegiatan baik ke dalm maupun ke luar negeri sampai sekarang. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untuk wanitanya.
Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan bnola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di seluruh pelosok tanah air. Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan bulu tangkis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia, PBVSI telah dapat mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli yunior putra Indonesia ini dilatih oleh Yano Hadian dengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang Hideto Nishioka, sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang kepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam kejuaraan dunia bola voli putra tersebut, sebagai juaranya adalah :
  1. Uni soviet
  2. Jepang
  3. Brazil
  4. Bulgaria
  5. Kuba
  6. Yunani
  7. Polandia
Sedangkan Indonesia sendiri baru dapat menduduki urutan ke 15. Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum PBVSI Jendral (Pol) Drs. Mochamad Sanusi, perbolavolian makin meningkat baik dari jumlahnya perkumpulan yang ada maupun dari lancarnya system kompetisi yang berlangsung, sampai dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.
2.2 Jenis-jenis keterampilan Bermain Bola Voli
  1. 1.        Servis (untuk mengawali permainan)
Servis adalah pukulan pertama untuk mengawali permainan. Servis dilakukan dari daerah servis masuk ke bidang lapangan lawan melewati atas net. Pada awalnya servis hanya merupakan penyajian bola pertama untuk mengawali permainan. Dalam perkembangan bola voli modern, servis merupakan serangan pertama untuk memperoleh angka. Cara melakukan servis terentang dari mulai yang sangat sederhana hingga yang paling kompleks, dan dapat menyulitkan atau mematikan permainan lawan. Servis ada beberpa macam yaitu: servis bawah, servis atas, change-up servis dan jumping servis.
  1. 2.        Passing/umpan
Passing bawah adalah cara memainkan bola yang dating lebih rendah dari bahu dengan menggunkaan kedua pergelangan yang dirapatkan. Passing ini biasanya digunakan untuk memainkan bola yang dating dari lawan maupun dari kawan seregu, yang memiliki cirri sulit: misalnya bola rendah, cepat, keras atau yang datang tiba-tiba, namun masih dapat dijangkau oleh kedua tangan. Kadang kala passing bawah juga digunakan untuk memainkan bola ynag mementingkan ketepatan seperti passing dan umpan.
Passing atas adalah cara memainkanbola di atas depan dahi dengan menggunakan kedua jari tangan. Passing atas biasanya digunakan untuk memainkan boa yang datang baik dari lawan maupun dari kawan seregu, yang memiliki ciri melambung dan kecepatanya mudah diprediksi. Passing atas juga juga sering digunakan untuk memainkan bola yang mementingkan ketepatan seperti umpan spike dan tipuan ke lawan.
  1. 3.        Membendung/Blok (menghadang serangan)
Keterampilan ini sering digunakan dalam usaha mengahadang bola hasil pukulan (spike lawn di atas dekat net. Keterampilan ini sangat penting dimiliki setiap pemain, karena dalam permainan bola voli modern, kecepatan dan arah bola hasil pukulan spiker sudah terlalu sulit untuk dapat diprediksi oleh pemain bertahan. Tanpa ada bendunga para pemaina bertahan sangat sulit untuk mempersiapkan cara memainkan bola hasil pukulan spuker secara sempurna. Keterampilan ini jika dilakukan dengan baik akan merupakan taktik pertahanan dan sekaligus merupakan serangan balik yang paling efektif dan efisien. Spike yang terbedung dengan baik jarang sekali dapat ikembalikan, atau paling tidak sulit untuk dimainkan kembali, sehingga regu penyerang sulit melakukan persiapan serangan berikutnya secara sempurna. Begitu juga jika bola terbendung dengan sempurna, dengan tanpa melibatkan energy pemain lain, angka atau poin sudah dapat diraih.
  1. 4.        Smash/Spike (melakukan serangan)
Smash/Spike merupakan salah satu teknik serangan yang paling efektif selama permaiann. Bola dipukul di atas depan net yang mengakibatkan bola jatuh menukik tajam ke bidang lapangn lawan, sehingga lawan sulit mengembalikanya, bahkan sering langsung mematikan. Dewasa ini istilahspike lebih khusus digunakandalam permainan bola voli, karena cirri bola hasil spike menukik tajam seperti paku, sebagai akibat bola dipukul di atas dekat net. Sementara istilah smash lebih umum digunkan, karena cirri bola smash tidak begitu menukik karena bola dipukul jauh dari net.
Berdasarkan ketinggian bola umpa, spike terdiri dari spike bola tinggi atau open spikespike bola menengah atau cemi quick spike, dan spike bola pendek dan cepat atau quick spike.
2.3  Tahapan Gerakan Keterampilan Passing Bawah Bola Voli
  1. 1.        Sikap permulaan
  • Kaki ditekuk pada lutut
  • Telapak kaki keduanya melekat pada lantai dengan posisi yang sama.
  • Badan condong kedepan ± 90°.
  • Kedua tangan lurus kebawah serong kedepan.
  • Bidang perkenaan dibuat selurus mungkin.
  1. 2.        Sikap Perkenaan/Pelaksanaan
  • Bola diterima dari lawan dan dikembalikan.
  • Lurus dengan keadaan yang seimbang.
  • Ayunan tangan memukul keatas dan kedepan.
  • Perkenaan bola usahakan sejangkauan lengan dan gerakanpergelangan tangan aktif supaya bola berjalan top spin.
  1. 3.        Sikap akhir/Gerak lanjut
  • Setelah ayunan lengan mengenai bola, kaki belakang melangkah ke depan untuk kembali ke posisi siap untuk memainkan bola berikutnya.
2.4  Teknik Latihan Passing Bawah Bola Voli
  1. 1.        Latihan tanpa bola
  • Sikap badan membungkuk kaki dibuka dan lutut sedikit ditekuk.
  • Lengan dirapatkan satu dengan yang lain saling berpegangan.
  • Gerakan tangan diayun keatas dan kebawah.
Latihan ini berguna untuk melatih anak menerapkan tehnik-tehnik Passing Bawah pada permainan yang sebenarnya, ini dilakukan dalam waktu 15 menit.
  1. 2.        Latihan dengan bola ( modifikasi )
Anak saling berhadapan dengan yang lainnya, yang satu memberikan bola dan yang satu memberikan lagi menerimanya dengan Passing Bawah. Untuk melatih tehnik passing bawah ini penulis melakukan modifikasi mengenai bola, bola yang dipakai adalah bola plastik dan bola sebenarnya. Bola plastik digunakan penulis agar tangan anak tidak sakit dan supaya anak bersemangat dalam melakukan Passing Bawah.
  1. 3.        Latihan dengan net
Untuk melatih anak menggunakan tehnik Passing Bawah , maka penulis menggunakan net untuk mengetahui sebatas mana kemampuan anak dalam melakukan passing bawah. Latihan ini dengan cara melempar atau melambung bola, lalu anak berusaha mengambil bola tersebut dengan Passing Bawah dan usahakan bola melawati net atau melambung net.
  1. 4.        Latihan bermain hanya menggunakan Passing Bawah.
Untuk menetahui berhasil atau belum kita meningkatkan tehnik Passing Bawah pada anak, maka kita melakukan permainan yang sebenarnya tetapi menerima bola diharuskan dengan Passing Bawah.
BAB III
PROGRAM PEMBELAJARAN
Dari jumlah 21 siswa yang mengikuti tes keterampilan passing bawah bola voli kelas 8E SMPN 09 Malang, yang tidak memenuhi SKM yang diberikan guru yaitu 1 menit minimal mendapat skor 20 untuk putra dan 15 untuk putri adalah berjumlah 8 siswa. Sebelum mengikuti ujian remidi siswa yang mengalami kesulitan harus mengikuti beberapa program remidi latihan keterampilan  passing  bawah  bola voli yang meliputi program latihan individual, berpasangan, dan kelompok kecil. Dengan program latihan ini diharapkan keterampilan siswa meningkat dan pada tes remidi, siswa bisa mendapat nilai yang maksimal dan melebihi SKM nilai yang ditentukan guru.
3.1 Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Individual
3.1.1 Rencana Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Individual
Program Latihan pembelajaran secara individual bisa juga dilakukan dengan cara melakukan passing bawah bola voli tanpa menggunnakan bola. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  •  Siswa berdiri pada keadaan diam pada tempat yang di tentukan
  • Mendengarkan dan melakukan aba-aba yang diberikan oleh guru
  • Setelah mendengar aba-aba dari guru sebagai tanda mulai  jogging ke tempat yang ditentukan dan melakukan gerakan passing bawah bola voli dari sikap permulaan hingga sikap akhir atau lanjutan lakukan secara kuntinyu hingga tempat akhir yang ditentukan guru
  • Lakukan latihan ini dengan sungguh-sungguh dan benar selama 15 menit sehingga teknik passing bawah semakin baik.
start

Gambar 1. Alur  skema latihan
Keterangan:
  • No 1-4 melakukan gerakan passing bawah tanppa menggunakan bola
  • Arah panah: jogging
  • Jarak keseluruhan 13 meter
3.1.2 Pelaksanaan Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Individual.
Setelah siswa belajar teknik passing bawah bola voli tanpa bola kemudian diberlakukan tes keterampilan dengan bola yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa yang mengikuti tes keterampilan terjadi peningkatan dan pemahaman tentang teknik dasar passing bawah bola voli. Pelaksanaannya sebagai berikut:
  • Siswa yang mengikuti program remidi latihan passing bawah bola voli dibagi menjadi 2 kelompok.
  • Siswa melakukan tes keterampilan passing bawah bola voli secara individual
  • Instrument tes yang dilakukan sama dengan instrument yang sebelumnya.
  • Siswa masing-masing melakukan tes dengan ketentuan passing bawah ketinggian di atas kepala selama 1 menit.
  • Jika bola jatuh siswa yang lain membantu memberikan bola yang lain.
3.1.3 Evaluasi Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Individual
Ketika diberlakukan latihan individual seperti diatas,  setelah dilakukan tes bola masih sering menjauh tidak vertical dengan ketinggin tidak diatas kepala dan perkenaan bola pada lengan masih terdapat pada ujung tangan. Namun dengan dilakukan dengan frekuensi dan intensitas yang lebih banyak, kemajuan keterampilan siswa lebih meningkat dari sebelumnya. Serta membutuhkan banyak bola untuk lebih menyukseskan program ini, karena jika bola yang digunakan sedikit, kemungkinan besar siswa lebih banyak membutuhkan waktu untuk mengambil bola yang memantul jauh.
3.1.4 Pembahasan Keberhasilan dan Ketidakberhasilan Program Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Individual.
  • Keberhasilan Dari program latihan ini yaitu kemampuan siswa dalam melakukan gerakan teknik dasar passing bawah meningkat secara pemahan.
  • Ketidakberhasilan dari program ini yaitu siswa membutuhkan fasilitas bola yang cukup sehingga latihan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.
3.2 Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan
3.2.1 Rencana Pembelajaran keterampilam Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan.
Untuk mengetahui berhasil atau belum kita meningkatkan teknik Passing Bawah pada siswa yang mengikuti ujian remidi, maka kita melakukan keterampilan passing bawah secara berpasangan dengan net di tengah menggunakan bola yang saling berhadan. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  • Siswa diberikan pasangan dengan ketentuan siswa yang setengah bisa dengan siswa yang kurang bisa.
  • Siswa saling berhadapan sesama kelompok dengan net di tengah
  • Siswa yang satu melambungkan bola dan yang lain menerima bola dengan passing bawah dengan ketentuan ketinggian di atas kepala dan melewati net.
  • Lakukan latihan secara kontinyu selama 10 menit.
Keterangan: no 1-4 melakukan passing dan mengumpan secara bergantian melewati net.


Gambar 2. Alur skema latihan
3.2.2 Pelaksanaan Pembelajaran keterampilan Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan.
Setelah siswa belajar teknik passing bawah bola voli secara berpasangan kemudian diberlakukan tes keterampilan dengan bola yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa yang mengikuti tes keterampilan terjadi peningkatan tentang teknik dasar passing bawah bola voli. Pelaksanaannya sebagai berikut:
  • Siswa saling berhadapan sesama pasangan denga net di tengah.
  • Siswa saling bergantian melambungkan bola dan menerima bola dengan passing bawah dengan ketentuan melewati net.
  • Jika bola jatuh bola di ambil dan dilanjutkan lagi seperti semula.
3.2.3 Evalusi Pembelajaran keterampilan Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan.
Pada saat pembelajaran keterampilan passing bawah bola dilakukan siswa yang mengikuti ujian remidi mengalami peningkatan secara gerakan dan perkenaan bola namun sikap lanjutan masih ada siswa yang kurang sehingga keseimbangan tubuh masih kurang.
3.2.1 Pembahasan Keberhasilan dan Ketidakberhasilan Pembelajaran keterampilam Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan.
  • Keberhasilan, siswa mengalami peningkatan dalam teknik passing bawah bola voli dan perkenaan bola pada lengan sudah tepat sehingga passing bola dapat melebihi kepala dan tepat sasaran.
  • Ketidakberhasilan, siswa masih ada yang melakukan passing menyangkut di net meskipun teknik dasarnya mengalami peningkatan.
3.3 Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Kelompok Kecil
3.3.1 Rencana Pembelajarann Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Kelompok Kecil
Untuk mengetahui berhasil atau belum kita meningkatkan teknik Passing Bawah pada siswa yang mengikuti ujian remidi, maka kita melakukan keterampilan passing bawah secara berpasangan dengan net di tengah menggunakan bola yang saling berhadapan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
  • Semua siswa dibagi menjadi 2 kelompok (1 dan 2).
  • Kelompok 1 mengumpan dengan melambungkan dan kelompok 2 menerima dan mengembalikan bola dengan passing bawah.
  • C melambbungkan bola ke A, A mengembalikan bola dengan passing bawah di atas kepala
  • Setelah C mengumpan langsung berlari ke barisannya yang paling belakang dan begitu juga dengan A
  • Dilakukan bergantian antara kelompok 1 dan kelompok 2


1             2

B       A                C         D


Gambar 3. Alur skema latihan
Keterangan:
AB-CD : saling bergantian mengumpan

3.3.2        Evaluasi Program Latihan Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Kelompk Kecil
Ketika dilakukan program latihan passing bawah secara kelompok seperti ini, tidak jarang masih juga ditemui beberapa siswa yang hanya melihat menunggu giliran bola. Siswa yang lebih bisa cenderung menguasai bola ketika dilakukan latihan berkelompok dan yang tidak bisa cenderung lebih banyak diam dan mengambbil bola. Di sisi lain siswa yang lebih bisa, bisa membantu teman-temannya yang belum bisa dengan memberikan umpan yang baik. Kerjasaman antar teman lebih meningkat sehingga nantinya bisa di aplikasikan dalam bentuk permainan tim.
3.2.4        Pembahasan Keberhasilan Dan Ketidakberhasilan Latihan Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Kelompok Kecil
  • Keberhasilan, rata-rata kemampuan siswa meningkat, siswa bisa melakukan passing berpasangan dengan frekuensi bola jatuh lebih sedikit. Hampir semua siswa yang mengikuti program remidi mengalami peningkatan keterampilan passing bawah dan siswa saling membantu satu sama lain sehingga terjadi interaksi antara siswa.
  • Ketidakberhasilan, masih ada beberapa siswa (sebagian kecil) yang belum terlihat peningkatan keterampilanya. Dan masih ada siswa bergurau saat melakukan program latihan
BAB IV
PAPARAN DAN ANALISIS DATA

4.1 Pelaksanaan Praktik Tindakan Remedial
Setelah melakukan tes keterampilan passing bawah bola voli ditemukan  8 anak dari 21 siswa yang mengikuti tes yang belum memenuhi SKM sehingga diadakan remidi bagi siswa tesebut. Dibawah ini adalah daftar siswa yang nilainya kurang dari SKM.
Tabel 1.siswa yang mengalami ujian remidi
Nomor
Nama
Jenis kelamin
Hasil tes passing bawah (1 menit)
Urut
IND
19
9481
MOCH EKO CAHYONO
L
22
20
9483
MOCH LUTFI ZAKARIAH
L
20
21
9484
MOCH ANDREANSYAH
L
19
22
9494
NAOLA NADA
P
16
23
9500
NURRAHMA WATI
P
15
24
9505
PERTIWI SEKAR
P
9
25
9511
RANGGA DIO MAIDANU
L
15
26
9514
REGANATA FEBRI RAMADHAN
L
15
27
9518
RETNO MURIN LINTANG SARI
P
16
28
9592
RIFANDI  AP
L
26
29
9528
RISKA DIAN RUSPITA
P
14
30
9536
RIAN TRI ZULIARDI
L
23
31
9538
SABILLAH ANYA TAMARA
P
18
32
9543
SANDIKA MULANA
L
19
34
9546
SETIAWATI YULANDARI
P
15
35
9593
SINTA M.F
P
17
36
9561
TALITA ZHAFIRA
P
20
37
9567
ULIN AZMI
P
13
38
9571
FIFI NUR WAHYUNI
P
12
39
9584
YUDHA DWI PRASTYIO
L
27
40
9585
YUDHAS WARDANA MAHARDIKA
L
16

Setelah diketahui siswa yang tidak memenuhi SKM yang telah ditentukan siswa tersebut diberlakukan tindakan remedial. Sebelum itu siswa diberikan program latihan untuk mengasah kemampuan keterampilan passing bawah bola voli dan setalah dilakukan tes remidi siswa tersebut mengalami peningkatan yang cukup baik. Di bawah ini merupakan siswa yang telah mengalami peningkatan pada saat tes remidi berlangsung yaitu sebagai berikut:
Table 2. siswa setelah melakukan ujian remedial
Nomor
Nama
Jenis kelamin
Hasil tes remidi
Passing bawah
Urut
IND
24
9505
PERTIWI SEKAR
P
16
25
9511
RANGGA DIO MAIDANU
L
20
26
9514
REGANATA FEBRI RAMADHAN
L
21
29
9528
RISKA DIAN RUSPITA
P
18
32
9543
SANDIKA MULANA
L
24
37
9567
ULIN AZMI
P
15
38
9571
FIFI NUR WAHYUNI
P
15
40
9585
YUDHAS WARDANA MAHARDIKA
L
20
4.2       Motivasi belajar siswa
Pada saat melakukan pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli siswa seharusnya diberi motivasi yang lebih oleh guru sehingga siswa tersebut dalam mengikuti pembelajaran aktif dan berminat dalam pembelajan keterampilan passing bawah bola voli. Motivasi tersebut bias berupa ucapan terhadap siswa yang dapt melakukan dengan baik gerak dasar teknik passing bawah. Dan dapat pula dengan pemberian hadiah terhadap siswa yang dapat lulus dalam pembelajaran passing bawah sehingga siswa berpacu satu sama lain untuk lulus dalam pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli.
Pada saat pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli di Kelas 8E SMPN 09 Malang siswa masih kurang motivasinya sehingga masih ada siswa yang kurang memenuhi SKM sehingga diberlakukan ujjian remidi terhadap siswa tersebut.
4.3       Aktivitas belajar siswa
Aktivitas belajar siswa seharusnya diperhatikan dalam pembelajaran. Guru harus memahami setiap siswa dalam aktivitas belajarnya. Dengan adanya saling interaksi guru-siswa yang baik diharapkan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sukses. Aktivitas belajar siswa pada pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli  di Kelas 8E SMPN 09 Malang masih kurang kondusif banyak siswa yang bergurau saat pembelajaran berlangsung sehingga pemahaman terhadap gerakkan teknik dasar passing bawah bola voli kurang dapat dipahami secara benar baik sikap awal hingga siakp lanjutan ataupun akhir.
4.4       Hasil belajar siswa
Hasil dari belajar siswa pada analisi data di atas pada pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli pada siswa yang mengikuti tes keterampilan kelas 8E SMPN 09 Malang ada beberapa yang kurang memenuhi SKM sehingga harus diberlakukan ujian remidi dan sebelum ujian diberlakukan siswa harus mengikuti program latihan yang telah disusun oleh guru sehinggga sisa yang mengalami kesulitan belajar dapat diatasi.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pada saat ujian remidi diberikan sebelum itu siswa harus diberikan program-program latihan terlebih dahulu sehingga pada saat siswa melakukan tes remedial siswa dapat melakukan dengan baik. Dan diberikan alternatif pemecahan masalah sehingga kesulitan-kesulitan yang di alami siswa dapat diatasi. Beberapa program latihan yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut:
  • Program latihan secara individu tanpa menggunakan bola
  • Program latihan secara berpasangan dengan media net
  • Program latihan secara berkelompok kecil dengan media net
5.2 Saran
  • Siswa
    • Siswa dituntut untuk cenderung selalu dan lebih aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Melakukan latihan-latihan baik secara individu maupun membentuk kelompok kecil tanpa harus menunggu perintah dari guru. Melakukan latihan baik di luar jam sekolah.
    • Guru
      • Dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru, guru pendidikan hendaknya dapat memotivasi siswa agar lebih kretif dan meningkatkan kemampuannya , khususnya dalam permainan bola voli. Selain itu juga guru harus membimbing da mengarahkan siswa dalam meningkatkan keterampilannya dalam teknik passing bawah bola voli, dan yang paling penting adalah cara guru mengembangkan metode pembelajaran agar timbul kegairahan siswa untuk belajar,kemudian hendaknya sisw lebih giat belajar lagi.
DAFTAR PUSTAKA 
Subroto, Tato dkk.2007. Permainan Besar (bola voli dan sepak bola). Jakarta:Depdiknas.
Bainil. 2003/2004.hubungan kekuatan otot Lengan dengan Kemampuan Passing dalam Permainan Bola Voli. Skripsi (tidak dipublikasikan).
Setiawan,Deni.2010. Sejarah Bola Voli, (online),(http://deni_pjkr.blogspot/sejarah bola voli )( diakses 5 januari 2010).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar