Andrea cha FKIP Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Sriwijaya Palembang

Jumat, 07 Oktober 2011

JENIS CEDERA DALAM OLAHRAGA

Siapa sih yang suka dengan yang namanya cedera, apalagi bagi mereka yang berkecimpung di bidang olahraga. Hal itu juga berlaku pada para pemain sepak bola profesional. Cedera merupakan risiko maupun momok yang sangat menakutkan bagi para pemain bola. Tidak hanya rasa sakit yang diderita, tapi juga kehilangan sejumlah kesempatan untuk tampil, baik dalam lingkup klub maupun hilangnya peluang untuk masuk ke timnas.
Secara umum, ada 5 jenis cedera yang kerap kali dialami oleh para pemain sepak bola pada umum. Berikut adalah kelima jenis cedera tersebut:
1. Keseleo (Sprains)
Keseleo adalah jenis cedera yang paling sering dialami oleh para pemain sepak bola. Keseleo yang dialami mulai dari bagian pergelangan kaki, kaki bagian bawah, hingga lutut merupakan bagian-bagian yang paling sering terjadi di sepak bola, terutama bagian pergelangan dan medial collateral ligament (semacam pengikat sendi tulang). Untuk menghindari keseleo, diperlukan pemanasan yang cukup dan stretching yang tepat bisa mencegah terjadinya cedera tersebut.
2. Otot Tertarik atau Kram (Strains)
Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap. Strains sering terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha), hamstrings (otot paha bagian bawah), dan otot quadriceps. Cedera tertarik otot betis juga kerap terjadi pada para pemain bola. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan diri dari cedera macam ini. Kuncinya dalah selalu melakukan stretching setelah melakukan pemanasan, terutama pada bagian otot-otot yang rentan tersebut.
3. Patah atau Retak Tulang (Fractures)
Cedera seperti ini dialami apabila pemain yang bersangkutan mengalami benturan dengan pemain lain atau sesuatu yang keras. Cedera fractures tidak hanya terjadi pada bagian kaki macam tulang paha, tulang kering, tulang selangkangan, atau tulang telapak kaki, tapi juga kerap terjadi pada lengan, bahu, hingga pergelangan tangan. Untuk menghindari cedera macam ini, penggunaan pelindung sangat dianjurkan untuk meminimalisir patah atau retak tulang. Kasus Wayne Rooney merupakan salah satu contoh cedera fractures yang cukup membuat pusing Alex Fergusson.
4. Cedera Pada Lutut (Knee Injuries)
Ada beberapa jenis cedera lutut yang umum dialami oleh pemain bola, yaitu cedera pada medial collateral ligament, meniscus, dan anterior cruciate ligament, baik itu sobek pada jaringan, maupun putusnya jaringan tersebut. Pengenaan sepatu yang tepat, kondisi lapangan yang baik, dan latihan kekuatan (strength training) yang tepat bisa mengurangi risiko terjadinya cedera lutut.
5. Cedera Pada Kepala (Head Injury)
Cedera ini termasuk juga cedera pada gigi, hidung, mata, dan cedera otak. Namun yang paling sering dialami pemain bola adalah cedera akibat benturan antara kepala dengan bola, kepala pemain lain, atau tiang gawang. Selain terjadi luka sobek pada kulit kepala, juga kerap terjadi retak pada tengkorak, hingga bisa menimbulkan cedera otak atau geger otak. Penggunaan kepala untuk meng-heading bola yang terlalu sering sedapat mungkin dihindari serta teknik heading tepat dapat mengurangi risiko cedera pada kepala. Kasus yang paling kita ingat adalah cedera kepala yang dialami Petr Cech, kiper utama Chelsea yang harus menggunakan pelindung kepala untuk melindunginya dari risiko cedera yang sama.
Kadang-kadang, kalau seseorang mendapat cidera dalam olah raga, langsung saja ketukang urut. Kalau cidera tersebut hanya terulur tanpa diikuti perobekan jaringan, mungkin tidak apa-apa. Tapi kalau cidera itu diikuti oleh perobekan jaringan, apa malah tidak tambah runyam ?

Berikut adalah cara memberikan pertolongan pertama dalam cidera olah raga. Kita tahu Olah raga adalah merupakan kegiatan yang rutin dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh, baik berupa jalan kaki, lari, senam dan berbagai bentuk olah raga yang lain.

Dari kegiatan olah raga tersebut bisa terjadi cidera, baik karena jatuh, benturan maupun salah gerak. Bagaimana menanggulangi bila terjadi cedera akibat olah raga? Cidera tersebut bisa terjadi berupa strain maupun sprain. Sprain adalah robekan atau peregangan dari suatu otot, ligament dan sendi sedangkan strain adalah suatu kondisi nyeri pada otot yang disebabkan karena adanya tarikan yang berlebihan dari otot tersebut.

Biasanya cidera tersebut ditandai dengan adanya rasa sakit, pembengkakan, cramp, memar, kekakuan dan adanya pembatasan gerak sendi serta berkurangannya kekuatan pada daerah yang mengalami cedera tersebut. Bila hal itu terjadi, sebelum ke Rumah Sakit, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah:

REST, yaitu mengistirahatkan anggota tubuh kita yang terkena cedera agar tidak menambah luas cedera tersebut. ICE, yaitu memberikan kompres dingin pada bagian tubuh yang terkena cedera dengan tujuan untuk mengurangi rasa sakit dan dingin akan membantu menghentikan perdarahan. COMPRESSION, yaitu memberikan balutan tekan pada nggota tubuh yang cedera dengan tujuan untuk mengurangi pembengkakan.
ELEVATION, yaitu meninggikan anggota tubuh yang cedera untuk mengurangi pembengkakan .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar