Andrea cha FKIP Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Sriwijaya Palembang

Selasa, 22 Februari 2011

BOLA VOLI INDOOR DAN PANTAI


Voli pantai adalah variasi dari bola voli, yang dimainkan di atas pasir. Dua tim yang dipisahkan oleh jaring memukul bola voli menggunakan lengan atautangan. Para pemain berusaha untuk memukul bola melawati atas jaring agar memasuki lantai di daerah lawan, serta harus mencegah bola jatuh di daerah mereka sendiri.
Voli pantai populer sebagai aktivitas rekreasi di tempat-tempat yang memiliki pantai berpasir yang luas, namun sering juga dimainkan di lapangan pasir yang bukan di pantai. Bahkan, olahraga ini populer di beberapa negara yang tidak berbatasan dengan laut, seperti Swiss. Olahraga ini termasuk olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, dan badan tertingginya adalah Fédération Internationale de Volleyball. Menurut peraturan resmi, voli pantai menggunakan dua orang dalam satu tim.

PERATURAN PERTANDINGAN BOLA VOLI INDOOR DAN PANTAI
PORDA IX/2003 INDRAMAYU


A. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Melaksanakan program kerja KONI Jawa Barat sebagai puncak kegiatan olahraga masyarakat Jawa Barat.
2. Melaksanakan program kerja Pengda PBVSI Jawa Barat dalam mendukung persiapan PON 2004.
3. Meningkatkan prestasi bola voli indoor/pantai di Jawa Barat.

B. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. TEMPAT :
Tempat pelaksanaan voli Indoor/pantai dilaksanakan di Indramayu
2. WAKTU :
Tanggal 30 Juni s.d. 6 Juli 2002
3. LOKASI DAN JADWAL
Akan ditentukan kemudian.

C. KETENTUAN PERTANDINGAN BOLA VOLI INDOOR
I. PESERTA
1. Persyaratan atlet peserta mengacu kepada peraturan PORDA IX
2. Keabsahan atlet peserta mengacu kepada peraturan PORDA Jawa Barat No. 18/0.4/KPTS/I/1999 dan No.19/0.4/KPTS/1999
3. Tim peserta adalahi 8 (delapan) regu putra dan 8 (delapan) regu putri yang terdiri dari :

(1) Juara I putra dan putri PORDA VIII Bogor 1999
(2) Juara II putra dan putri PORDA VIII Bogor 1999
(3) Juara I putra dan putri dari empat wilayah yang melakukan babak kualifikasi PORDA.
(4) Tuan rumah PORDA IX (Kab. Indramayu)
(5) Untuk melengkapi delapan regu di atas di ambil dari satu regu putra dan putri dari Juara II tiap wilayah yang akan melakukan Play Off.

II. BABAK KUALIFIKASI PORDA
1. Pembagian daerah dan tuan rumah babak kualifikasi akan diterntukan dalam pertemuan antara Pengda PBVSI Jabar dengan Pengcab-Pengcab Bola Voli se Jabar yang akan digelar pada minggu ketiga bulan Desember 2002.
2. Pertandingan babak kualifikasi akan digelar pada bulan Januari 2003.



III. SISTEM PERTANDINGAN
1. Peserta dibagi dalam 2 (dua) Pool @ 4 regu.
2. Babak pendahuluan dengan setengah kompetisi.
3. Babak kedua Juara I dan II masing-masing Pool akan bertanding silang.
4. Babak ketiga (Final) pemenang Vs pemenang untuk posisi I dan II, dan kalah Vs kalah untuk posisi III.

IV. MEDALI
Medali yang disediakan :
• 2 medali emas
• 2 medali perak
• 2 medali perunggu

V. PERATURAN PERMAINAN
Peraturan yang dipergunakan adalah peraturan permainan Bola Voli internasional terbaru yang telah disyahkan oleh PP. PBVSI.

V. Hal-hal yang belum tercakup dalam peraturan pertandingan ini, akan dibicarakan dalam pertemuan teknik.

D. KETENTUAN PERATURAN PERTANDINGAN BOLA VOLI PANTAI/PASIR

I. PESERTA
1. Regu peserta terdiri dari 16 pasang putra dan 16 pasang putri.
2. 16 peserta putri dan 16 peserta putra teridir dari :
a. Tuan Rumah (2 pasan putra dan 2 pasang putri)
b. Juara I dan II PORDA VIII Bogor
c. Juara I, II dan III dari tiap wilayah yang lolos babak kualifikasi.

II. KEABSAHAN PESERTA/PEMAIN
1. Sama dengan voli indoor.
2. Keabsahan pemain akan ditentukan dalam pertemuan teknik.

III. Lokasi dan jadwal pertandingan akan ditentukan kemudian.

IV. BABAK KUALIFIKASI
1. Tiap daerah hanya diperkenankan mengirimkan sebanyak-banyakmya 2 regu putra dan 2 regu putri.
2. Pembagian wilayah dan tuan rumah babak kualifikasi akan ditentukan dalam pertemuan antara Pengda PBVSI Jawa Barat dan Pengcab-pengcab PBVSI pada minggu ketiga bulan Desember 2002.
3. Babak kualifikasi akan digelar pada bulan Januari 2003

V. SISTEM PERTANDINGAN
Sistem yang dipergunakan adalah Babak Gugur Ganda.

VI. MEDALI YANG DIPEREBUTKAN
• 2 Medali emas
• 2 Medali Perak
• 2 Medali Perunggu

VII. PERATURAN PERMAINAN
Peraturan yang dipergunakan adalah peraturan permainan Voli Pantai yang telah disyahkan dan dipakai oleh PP. PBVSI.

VII. LAIN-LAIN
Hal-hal yang belum tercakup dalam perturan pertandingan ini akan dibahas dan ditentukan dalam pertemuan teknik.


Bandung, 25 Oktober 2002
PENGURUS DAERAH PBVSI JAWA BARAT
Ketua Bidang Pertandingan dan Kompetisi



ROBBY MAMARIMBING

Berawal dari sebuah kota yang bernaman Santa Monica, yang terletak di wilayah California, permainan bola voli pantai pertama kali dimulai pada tahun 1920-an. Permainan yang merupakan perkembangan dari permainan bola voli ini mulai mengembangkan sayapnya di wilayah Eropa dengan lamban. Penyebarannya ke wilayah- wilayah yang terdapat di benua Eropa mulai terlihat pada sekitar tahun 1930-an, sepuluh tahun setelah pertama kali diciptakan. Perkembangan permainan ini betul-betul berjalan dengan lamban. Hal ini dapat dilihat pada masa kepopulerannya. Permainan bola voli pantai ini baru mulai terkenal pada sekitar tahun 1980-an.


Brazil dan Amerika Serikat adalah dua negara yang selama berpuluh-puluh tahun telah berkecimpung dan mendominasi permainan bola voli pantai pada kelas internasional. Selain Brazil dan Amerika Serikat, belakangan ini Australia juga telah muncul sebagai negara terkuat yang ketiga dalam permainan bola voli ini. Beberapa negara yang lain, yang terletak di Eropa juga telah berusaha untuk terus mengembangkan potensi mereka.
Peraturan Dan Tehnik Bermain
Pada dasarnya, sebagian besar peraturan dan tehnik-tehnik yang terdapat pada permainan bola voli pantai sama dengan permainan bola voli dalam ruangan. Perolehan poin akan didapatkan oleh sebuah tim, jika tim tersebut berhasil menjatuhkan bola di area lawan. Atau, poin juga dapat diperoleh apabila tim lawan melakukan kesalahan atau pelanggaran. Kontak antara pemain dengan bola pun tidak boleh lebih dari 3 kali pukulan, sebelum bola tersebut berhasil melewati net dan meyeberang ke area lawan. Pada 3 pukulan tersebut harus dilakukan oleh pemain yang berbeda secara bergantian. Satu orang pemain tidak boleh melakukan kontak (memukul) bola lebih dari satu kali, sebelum bola tersebut dioper terlebih dahulu ke rekan pemainnya atau ke tim lawan. Perbedaan yang paling signifikan antara permainan bola voli pantai dengan bola voli dalam ruangan terletak pada lokasi dan jumlah pemain pada setiap timnya. Pada permainan bola voli dalam ruangan, lokasi yang digunakan untuk melangsungkan pertandingan berupa lapangan dengan permukaan yang keras. Sedangkan permainan bola voli pantai dimainkan di atas lapangan dengan lapisan pasir yang cukup tinggi. Yang kedua, pemain dalam setiap tim berjumlah 6 orang. Sedangkan pada permainan bola voli pantai, pemain dalam setiap tim hanya berjumlah 2 orang.


Selain dua perbedaan yang telah disebutkan diatas, berikut ini adalah beberapa perbedaan kecil lain yang terdapat dalam permainan bola voli pantai:
• Lapangan yang digunakan dalam permainan bola voli pantai memiliki ukuran yang lebih sempit jika dibandingkan dengan lapangan bola voli dalam ruangan. Jika pada lapangan bola voli dalam ruangan memiliki ukuran 9 x 9 meter (ukuran setengah lapangan), maka lapangan yang digunakan pada permainan bola voli pantai hanya berukuran 8 x 8 meter.
• Dalam permainan bola voli pantai tidak terdapat garis 3 meter.
• Jika seorang pemain bola voli pantai melakukan block, sedangkan block tersebut membentur net hingga terpental dan terjadi kontak dengan blocker tersebut atau dengan pemain pasangannya, maka kontak tersebut akan dihitung sebagai satu pukulan.
• Dalam permainan bola voli pantai, menyeberang ke area lawan melalui bawah net tidak dianggap sebagai sebuah pelanggaran, selama hal tersebut tidak mengganggu gerakan tim lawan.
• Dalam permainan bola voli pantai dikenal istilah Open-hand dinks, yaitu mengarahkan atau mengoper bola ke arah area lawan hanya dengan menggunakan ujung jari-jari. Dalam permainan bola voli dalam ruangan, tehnik ini diperbolehkan. Namun, tehnik ini adalah salah satu pelanggaran jika seseorang mempraktekkannya dalam permainan bola voli pantai.
• Servis pada permainan bola voli pantai dalam satu tim dilakukan secara bergantaian antara pemain yang satu dengan pemain yang lain. Namun, dalam permainan ini tidak diperlukan putaran pemain.
• Selain tidak terdapat seorang libero, dalam permainan bola voli pantai juga tidak diberlakukan sistem pergantian pemain seperti dalam permainan bola voli dalam ruangan.
• Biasanya, sebagian besar pemain bola voli pantai akan bermain tanpa menggunakan sepatu (barefoot). Hal ini dapat dilakukan berdasarkan keinginan pemain itu sendiri maupun berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan.
• Permainan bola voli pantai dimainkan dalam 3 set. Tim pemenang adalah tim yang pertama kali menang dalam 2 set. Pertandingan pada setiap set akan berlangsung hingga 21 poin, pada dua set pertama. Dan pada dua set pertama ini terdapat 2 poin sebagai poin tambahan. Sedangkan pada set yang ketiga, permainan hanya akan berlangsung hingga 15 poin, dengan 2 poin tambahan.
• Permainan bola voli pantai menggunakan jenis bola dengan ukuran yang lebih besar dan lebih lunak daripada bola yang biasa digunakan dalam permainan bola voli dalam ruangan. Permainan bola voli pantai menggunakan bola dengan tekanan internal yang lebih rendah.

Isyarat Tangan
Penggunaan isyarat tangan adalah salah satu tehnik yang telah menjadi bagian dalam permainan bola voli pantai. Isyarat tangan adalah salah satu tehnik yang vital dan harus dimengerti oleh setiap pemain bola voli pantai. Hal ini karena isyarat tangan adalah salah satu langkah yang selalu digunakan untuk melakukan penyerangan maupun menentukan taktik permainan yang akan digunakan. Pemberian isyarat dengan tangan ini biasanya selalu dilakukan dengan menggunakan kedua tangan, dilakukan oleh rekan pemain yang sedang melakukan servis. Ketika memberikan isyarat tersebut, posisi tangan berada di belakang badan. Hal ini bertujuan agar tim lawan tidak dapat melihat isyarat tersebut. Isyarat tangan, kadang juga digunakan ketika rally sedang berjalan. Namun, hal ini tidak terlalu sering dilakukan.


Berikut ini adalah beberapa jenis isyarat tangan yang biasa digunakan dalam permainan bola voli:
• Closed Fist
Isyarat dengan menggunakan kepalan tangan ini menyatakan bahwa tidak perlu melakukan block pada sisi lapangan tersebut.
• One Finger
Maksud dari isyarat ini adalah agar pemain yang berperan sebagai blocker melakukan block terhadap spike dari tim lawan, dengan mengarahkan block tersebut di bawah garis atau ke arah spiker tim lawan.

• Two Fingers
Isyarat dengan menggunakan dua jari tangan menandakan bahwa blocker harus berusaha melakukan block, dan mengarahkan block tersebut ke sudut lapangan lawan (dengan arah menyilang).

• Open Hand
Isyarat tangan yang lain, yang biasa digunakan dalam permainan bola voli pantai adalah dengan posisi tangan terbuka. Posisi tangan terbuka ini artinya adalah blocker harus melakukan block sesuai dengan posisi set yang dilakukan oleh pemain dari tim lawan.
Beberapa Hal Lain
• Perhatikan jenis servis yang dikuasai oleh tim lawan.
• Jenis servis apa yang sulit dikendalikan oleh tim lawan.
• Jenis formasi yang digunakan oleh tim lawan.
• Perhatikan area lawan yang kosong atau dalam posisi lemah pertahanannya.
• Cari pemain dari tim lawan yang lemah tehnik pertahanannya.
• Perhatikan formasi block tim lawan, cari formasi block yang lemah.
• Perhatikan tehnik-tehnik permainan yang digunakan oleh setter.
• Amati bentuk cover yang digunakan oleh tim lawan.
• Perhatikan keadaan fisik para pemain dari tim lawan, tinggi badannya, dan kemampuan serta kecepatan lompatnya.
• Perhatikan kondisi stamina tim lawan.

Beberapa Tips Sebelum Bertanding

• Memantapkan tehnik-tehnik yang akan digunakan dalam pertandingan, baik tehnik menyerang maupun tehnik bertahan.
• Berusaha untuk menghilangkan atau meminimalisir kelemahan yang terdapat pada tim ketika melakukan latihan.
• Persiapkan fisik dengan baik, agar tetap berada dalam kondisi yang prima ketika bertanding.
• Pulihkan lelah tubuh setelah latihan dengan istirahat yang cukup.
• Memperkuat rasa percaya diri pada setiap pemain.
• Memberikan dorongan kepada rekan satu tim yang gugup ketika akan mengikuti pertandingan.
• Bila perlu, adakan rekreasi satu tim pada tiga hari sebelum pertandingan untuk menghilangkan rasa tegang.
• Pemain dapat memanfaatkan waktu 3 sampai 5 menit sebelum pertandingan untuk mempelajari kondisi area pertandingan, misalnya:
• Mempelajari keadaan lapangan dan batas-batasnya.
• Perhatikan tinggi net yang akan digunakan selama pertandingan.
• Menyesuaikan strategi permainan.
• Membangun semangat masing-masing dan tim.
• Melakukan pemanasan ringan, misalnya dengan melakukan latihan servis, set, dan pass untuk menghilangkan rasa gugup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar