Andrea cha FKIP Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Sriwijaya Palembang

Senin, 28 Februari 2011

SEJARAH TENIS DI INDONESIA



image title

Tennis, kita ketahui, adalah permainan atau olah raga dengan menggunakan raket dan bola. Dalam olah raga yang juga disebut lawan tennis raket dipukulkan ke bola sambut menyambut - oleh seorang atau sepasang pemain yang saling berhadapan - ke seberang jaring yang sengaja dipasang di sebidang lapangan empat persegi panjang.
Tadinya, sekitar abad ke-I6, tennis dimainkan di Italia, Prancis, dan lnggris, ketika lapangan mainnya dibangun di balik dinding-dinding istana kcrajaan. Tapi tennis modern diperkenalkan oleh Mayor Wingfield di Inggris pada 1873, dan setahun kemudian oleh Nona Mary Outerhridge di Amerika Serikat. Lapangan-lapangan permainannya pun dibangun di kedua negeri itu. Kejuaraan tennis pertama dilangsungkan di Wimbledon, kota kecil sekitar 12 km di barat daya London, Inggris. Persatuan Tennis AS didirikan, 1881. berbagai kejuaraan amatir diselenggarakan di beberapa negara, yang mengundang datangnya beribu-ribu penonton. Mula-mula hanya memainkan partai tunggal putra, diikuti partai tunggal putri tiga tahun kemudiannya.
Tahun 1900 adalah saat bersejarah bagi tennis. Pada tahun itulah Dwight Davis, bintang ganda AS, mcnghadiahkan sebuah piata Perak untuk diperebutkan dalam turnamen antarnegara, yang kcmudian tenar sebagai "Davis Cup" . Dalam pertandingan internasional pertama antara AS dan Inggris, Amerika unggul 3-0.
Kian populer dan majunya olah raga tennis, tak ayal telah mendorong didirikannya "Federation Internationale de Lawn Tennis" (Federasi Tennis Intcrnasionsl) pada 1912.
  1. Di Indonesia: Lahirnya PELTI

    Besar kemungkinan, orang Belandalah yang memperkenalkan tennis di Indonesia, walaupun tidak mustahil pula permainan ini dibawa para pelaut Inggris yang singgah di kota-kota besar Kepulauan Nusantara. Sayang arsip-arsip berbagai perkumpulan milik warga negara Belanda yang pernah berdiri di negeri ini telah hilang, hingga kita tidak bisa melacak mana di antara dua perkiraan itu lebih benar.

    Namun yang jelas, di negeri mana pun, olah raga ini mulai dimainkan dan lebih dikenal di kalangan bangsawan, hartawan, dan kaum terpelajar. Juga di Indonesia. Apalagi di zaman penjajahan Belanda. Di masa itu hanya segelintir kaum pribumi yang mampu mengayunkan raket tennis, sedang jumlahnya yang lebih besar terdiri dari orang Belanda dan Cina. Itu pun hanya di kota-kota besar.

    Jumlah kaum pribumi penggemar tennis mulai meningkat pada tahun-tahun 1920-an ? seiring kian banyaknya murid-murid Indonesia mcmasuki sekolah sekolah menengah, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Mereka - umumnya para siswa Stovia, Rechrsschool, dan -NIAS - pada gilirannya memperkenalkan olah raga ini ke kalangan yang Iebih luas. Tennis pun mulai dimainkan atau dipertandingkan dalam kegiatan berbagai organisasi pemuda di masa itu. Olah raga inipun mulai dilihat sehagai penghimpun massa, terutama oleh kaum nasionalis yang mencitacitakan Kemerdekaan Indonesia.

    Lahirnya Boedi Oetomo, 1908, dan kemudian Soempah Pemoeda, 1928, memang senantiasa menghangati setiap langkah dan gerak kaum muda di kurun itu. Maka tidak heran bila penjajah Belanda selalu mengintip dan memantau setiap gcrak-gerik pergerakan pemuda, yang nonpolitik apalagi yang berbau politik. Terhadap gerakan yang diduga kecenderungan politik, tindakan pcmbatasan segera dilakukan. Toh serangkaian rintangan itu tidak membuat kaum muda patriotik kehilangan akal. Disemangati sumpah Satoe Noesa, Satoe Bangsa, Satoe Bahasa, mereka melebur beberapa organisasi pemuda yang berpolitik ke dalam satu wadah baru yang disebut Indonesia Moeda, pada 1930.

    Latar belakang lahirnya Indonesia Moeda jelas berangkat dari larangan bagi kegiatan politik yang diberlakukan kepada mereka. Mereka berkeyakinan, hanya dengan menggerakkan aktivitas sosial masyarakat baru bisa dicapai persatuan seluruh rakyat menuju kemerdekaan. Di dalamnya juga termasuk kegiatan olah raga. Setiap pemuda yang sehat dan ingin sehat tentu menggernari olah raga, yang di dalamnya sportivitas dan sifat kompetitif merupakan satu sisi dari mata uang, dan pada gilirannya dapat membangkitkan patriotisme.

    Semangat cinta Nusa dan bangsa ini nyatanya memang berkembang di kalangan olahragawan Indonesia, termasuk di antara para petennis. Pada semacam kejuaraan nasional yang diadakan oleh De Alegemeene Nederlandsche Lawn Tennis Bond (ANILTB) di Malang, Jawa Timur, akhir 1934, tiga wakil pribumi mampu berjaya. Di partai tunggal putra, dua saudara Soemadi dan Samboedjo Hoerip maju babak final, yang pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Samboedjo. Yang lebih mengesankan adalah dua partai berikutnya, yang memperagakan keunggulan anak jajahan atas penjajahnya. Yang pertama, pasangan ganda putra Hoerip Bersaudara, yang menggilas pasangan Belanda, Bryan/Abendanon, 6-3, 6-4 di final. Juara ganda campuran juga diraih keluarga Hoerip, Samboedjo dan Soelastri, yang mendepak pasangan "penjajah" , Bryan/Nn. Schermbeek, 6-4, 6-2 ? sekaligus mencetak gelar pemegang juara tumarnen ANILIB tiga kali beruntun, 1932-19.34.

    Prestasi ini tak ayal mendorong Indonesia Moeda mcngadakan Pekan olah raganya sendiri, yang berlangsung pada tiap hari ulang tahun atau pertemuan tahunannya. Tennis, tentu, termasuk di antaranya cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah Satu di antaranya yang dilaksanakan pada Desember 1935 di Semarang - yang juga sekaligus menjadi saat dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tcnnis Indonesia (PELTI).

    Kejuaraan ini sendiri diprakarsai oleh dr. Hoerip yang diakui sebagai Bapak Tennis Indonesia. menghimpun 70 petennis dari seluruh Jawa, kejuaraan ini dipantau dan mendapat perhatian serius dari pihak kolonnial Belanda. Itu tercermin dari pemuatan peristiwa penting olah raga tennis tersebut dalam surat kabar De Locomotif 30 Desember 1935. dengan Judul yang kalau diterjemahkan berbunyi : "Kejuaraan Tennis Seluruh Jawa dari Pcrsatuan Lawn Tennis Indonesia" . Namun, di pihak lain, ini juga berarti pengakuan pihak Belanda bahwa ANILTB telah mendapatkan saingannya.

    Tanggal 26 Desember 1935 kemudian dicatat sebagai kari lahirnya PELTI

    Gagasan pendirian PELTI sendiri, yang dikemukakan pada Kejuaraan Tennis di Semarang itu. berasal dari Mr. Budiyanto Martoatmodjo. tokoh tennis dari Jember - ia kemudian dianggap sebagai pencetak dasar utama pendirian organisasi PELTI. Ketika mcnguraikan azas dan tujuan pendiriannya ia mcngatakan bahwa PELTI, sebagaimana organisasi kebangsaan lainnya, sama sekali "Tidal bersifat mengasingkan diri." Maka PELTI akan selalu siap bekerja lama dengan persatuan tennis manapun dan apa saja, asal atas dasar saling menghargai.

    Diungkapkan pula. tujuan praktis utama PELTI adalah mengembangkan dan memajukan permainan lawan tennis di tanah air dan bagi bangsa sendiri. Dengan cara ini. Iebih jauh, diharapkan akan dicapal tali persaudaraan yang erat di antara segala perhimpunan dan pemain tennis bangsa Indonesia. PELTI juga akan menyebarluaskan peraturan permainan, memberi keterangan dan bantuan dalam pembuatan lapangan tennis. Juga mengadakan dan mengatur serta menyumbang bagi terlaksananya pertandingan, di samping berusaha memasyarakatkan permainan tennis itu sendiri.

    Gagasan pendirian PELTI mendapat dukungan yang memadai, khususnya di kalangan yang berani mengambil resiko berhadapan dengan pemerintah kolonial, termasuk dari kalangan yang terpandang. Di Semarang saja, para simpatisan semacam itu tidak sedikit jumahnya. Misalnya: Dr. Buntaran Martoatmodjo (yang kemudian, sejak 1935, menjadi ketua PELTI lima tahun berturut-turut), Dr. Rasjid, Dr. Mokhtar, Dr. Sardjito, R.M. Soeprapto, Nitiprodjo, dan beberapa lainnya. Dari Para tokoh berbagai kota Iainnya, dukungan diwakili oleh: Mr. Budhiyarto Martoatmodjo (Jember), R.M. Wazar (Bandung), Djajamihardja (Jakarta), Mr. Susanto Tirtoprojo (Surabaya), Mr. Soedja (Purwokerto), Berta Mr. Oesman Sastroamidjojo, ahli olah raga tennis yang namanya terkenal di Eropa.

    Pada umumnya, mereka memandang simpatik gagasan Dr. Hoerip, yang sebernarnya sudah dicetuskan sejak 1930, diilhami oleh berdirinya PSSI pada 30 April tahun itu. Tapi para tokoh tadi berbeda pendapar dalam beberapa hal, terutama mengenai saat yang tepat bagi pendirian Induk organisasi tennis Itu. Dari berbagai sikap yang lahir - revolusioner, moderat, plintat-plintut - akhirnya golongan tengahlah yang merupakan mayoritas. Pengalaman pahit saat-saat pendirian PSSI tampaknya menjadi cermin pembanding bagi para pelopor PELTI, hingga mereka memilih bersikap Iebih hati-hati menghadapi reaksi pemerintah Belanda - mereka tentunya tidak senang melihat setiap kegiatan yang bersifat mempersatukan kekuatan. Para pendiri PELTI tidak Ingin organisasi yang akan mereka dirikan mati dalam kandungan. Itulah sebabnya PELTI baru berdiri lima tahun kemudian, 1935.
  2. Era Pengembangan (1936 . 1940)
    Saudara sekandung, namun latar belakang pendirian PSSI dan PELTI bertolak punggung. Kalau PSSI lahir berdasarkan kesatuan pendapat berbagai perkumpulan sepakbola - yang nyata-nyata ingin rnemisahkan diri dari Persatuan Sepak Bola Hindia Belanda - PELTI dilahirkan oleh gagasan perorangan yang sekaligus menggerakkan nya. Karena itu, kelemahan utama PELTI sejak awal Iahirnya adalah dibidang organisasi. Tidak jelas siapa yang sebenarnya berhak menjadi nnggotanya: persatuan/ daerah, perkumpulan/klub, atau perorangan. Inilah yang dimanfaatkan secara baik oleh ANILTB dengan menetapkan politik devide et impera -nya.

    Praktek "pecah dan kuasailah" Itu berangkat dari kecemburuan dan kekhawatiran - cemburu tersaingi dan kehilangan pamor, khawatir PELTI menjadi perpanjangan kegiatan politik untuk mencapal kemerdekaan. Dua hal Ini tersirat dalam bcrita surat kabar De Indische Courant, yang terbit di Surabaya. Sabtu 13 April 1936: Bagi Kedirische Tennisbond (Pcrsatuan Tennis Kediri milik orang Belanda - Red.) tahun lewat sangat penting . Tennis mulai berkembang di kalangan rakyaf di luar masyarakat Belanda."

    Mereka tampaknya cemas melihat bermunculannya bibit-bibit muda berbakat di kalangan warga Indonesia. khususnya di kota-kota besar. Misalnya. di Bandung: A.A. Katili, Ketje Soedarsono, Carebert Singgih. Caroline Singgih, dan Soedjono. Di Solo: Panarto, Soeharto, Srinado, dan Soeparis. Di Surabaya: Doelrachman, Lantip, Tumbelaka, dan Latumeten.

    Dan Inilah yang dilakukan keempat "Pendawa" Surakarta: di bawah pimpinan Pangceran Soerjohamidjojo, mereka (Panarto, Soeharto, Soeparis, Srinado) menyerbu geIanggang Bandoengsche Tennis Unie

    (BTU). Ketika itu, 1937, Soeparis yang baru berusia 15 tahun menyapu bersih seluruh lawannya, dengan flying forehand-nya yang patent itu. Bahkan jago pihak sana, Cooke, ikut tersikat. ANILTB pun tergeser.

    Akibat Iebih jauh, PELTI lalu dianggap rival serius oleh ANILTB. Padahal waktu itu, berbagai persatuan dan klub tennis di kota-kota besar, seperti Persatuan Tennis Indonesia Bandung (PTIB) dan di Jakarta, belum menjadi anggota PELTI. Namun, dalam keadaan demikian, dan dalam langkahnya dana, organisasi tennis Indonesia "asli" itu sanggup menyclenggarakan turnamen tahunan. Maka tak terlalu salah bila pihak Belanda mengendus sesuatu yang berbau idealisme politik di dalam tuhuh PELTI.

    Menganggap sudah begini berbahayanya sang rival, maka menjelang kejuaraan PELTI, 1937, di Yogyakarta, ANILTB- mengharuskan PELTI bergabung dengannya. Bahkan dengan nada yang mengancam keselamatan PELTI. Ancaman ini sempat menggoyahkan organisasi tennis Indonesia itu, sampai lahir usul agar diadakan scmacam gentlemen's agreement (perjanjian persahabat-an). Tapi usul itu ditentang keras oleh I'B PELTI.

    Ada baiknya dikutip risalah rapat PELTI, yang dikeluarkan pada tahun 1939:

    "Ketua PELTI: Mengenai gcntlement's agreement itu, sebaiknya kita menunggu saja dahulu dan mengarnbil sikap berhati-hati dan waspada. Yang paling penting bagi kita adalah masuknya semua persatuan-persatuan tennis dahulu. Per tandingan persahatan dan dengan ANILTB dapat diadakan tiap saat jika dipandang perlu."

    "Dalam tahun 1937 mereka telah mengancam kita waktu PELTI hendak mengadakan turnamen kejuaraan yang ketiga. Mereka mengharuskan kita untuk masuk ke dalam ANILTB. Hal ini menimbulkan kegegeran di kalangan kita. Kemudian membicarakannya dalam rapat menentukan secara bulat bahwa PELTI harus merupakan suatu organisasi nasional seperti halnya dengan PSSI. Kerja sama dengan lainnya permainan dengan sendirinya selalu kita usahakan dengan giat."

    Dengan menegaskan bahwa "PELTI harus merupakan suatu organisasi nasional yang tetap seperti halnya dengan PSSI" , maka makin jelas sikap persatuan tennis Indonesia yang patriotic.

    Dalam keadaan demikian, PELTI tidak ingin memhahi huta. PELTI memilih menggescr scat herlangsung pertandingan tahunannya, dari hari-hari Libur Natal (Desember) ke hail liburan Paskah. Dengan demikian, rncreka menghindari hentrokan - yang tidak( prinsip - dengan kegiatan pertandingan ANILTB. itulot rnulai dilakukan PELTI saat merayakan lustrumnya yang

    pertama, 1939. pada tahun itu pula herlangsung kongresnya yang pertama.

    Pertandingan yang berlangsung di pasir . Kaliki, Bandung ? lapangan baru dan bagus, dan berkat jasa baik F. Buse - mempertemukan Samhoedjo dan Panarto di final tunggal putra. Pertarungan in dimenangkan oleh Samhoedjo, yang sekaligus menjadi juara untuk ketiga kalinya. Mahkota juara tunggal putri diraih oleh adiknya, Soelastri, yang juga berarti mempertahankan juara untuk tiga kali beruntun. Juara ganda putra digondol pasangan Santos/Sanjoto Hoerip, untuk kedua kali berturut-turut. Keperkasaan Keluarga Hoerip di lapangan tennis dikukuhkan oleh pasangan Soelastri/Soeharniati, yang merampas juara ganda wanita, untuk ketiga kali pula.

    Dalam kcadaan tetap diincar oleh ANILTB, permasalahan keanggotaan PELTI tetap menjadi ganjalan. Baru setelah kongres pertamanya, 30 April 1939, masalah keanggotaan ini dibicarakan lebih sungguh-sungguh. Toh selama empat tahun sejak berdirinya, hanya berbekal tekad sekelompok orang, PELTI membuktikan dirinya mampu bertahan. Malahan, organisasi ini berhasil menyelenggarakan kejuaraan tahunannya, dengan peserta yang kian bertambah dan mute yang makin baik.

    Saat inilah PTIB dengan resmi menjadi anggota PELTI. Kcjuaraannya dibakukan sebagai "Kejuaraan Tennis Indonesia" . Mutunya yang kian meningkat diakui oleh surat kabar A.1.D. de Preangerbode, 3 Mei 1939. Surat kabar yang terkenal reaksioner ini menulis:

    "Semua juara digondol oleh kelurga Hoerip. Turnamen yang diikuti oleh banyak pemain kuat."

  3. "Jika ada suatu turnamen tennis yang sungguh dapat dibanggakan, justru itulah kejuaraan Indonesia yang baru diselenggarakan PELTI ini. Jarang sekali - terutama di Bandung - kita menyaksikan suatu turnamen tennis, dan tenama yang diselenggarakan dengan rapih dan bagus sekali."

    "Mengenai organisasi yang bagus ini, terus terang, di Bandung ini jarang sekali kita saksikan, lebih-lebih pada waktu akhir-akhir ini. Dalam hal pengorgaisasian, ternyata PTIB melebihi perkumpulan lain di kota ini. Mengenai umpires dan linesmen misalnya, lama sebelum turnamen dimulai telah disiapkan orang-orangnya. Mr. Oesman dan kawan-kawan telah membuktikan bagaimana seharusnya menyelenggarakan sebuah turnamen yang baik. ... Kepada mereka kita sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya."

    "Bukan segi organisasi saja, tapi dari sudut pcrmainan pun turnamen telah sangat berhasil ..."

    Era pengembangan PELTI ditutup dengan kejuaraan tennis nasional di Surabaya, 1940. Pada kesempatan ini, seluruh jago-jago tennis Indonesia ikut serta, kecuali Samboedjo Hoerip. Gelar tunggal putra diraih A.A. Katili dari Jakarta, yang menundukkan Lantip di final. Ganda putra dijuarai Panarto/Doelrachman. Pada kesempatan inilah Iahir dua pemain berbakat besar, Tan Liep Tjiauw dari Blitar, dan Toto Soetarjo dari Bandung.

    Perlu ditambahkan sedikit mengenai gebrakan-gebrakan PELTI, terutama kegiatan yang berlangsung dalam rangka lustrumnya yang pertama di Bandung. Banyak pihak yang menganggap bahwa dari Bandunglah kemenangan telah dimulai; keadaan kartu yang dimainkan menunjukkan kekuatan telah berada di tangan kita. Kenyataan ini tampaknya disadari oleh Tuan Janz, ketua Bandoengsche Tennis Unie (BTU). Menyaksikan turnamen di Bandung atas undangan, konon dialah yang menyarankan epada ANILTB agar mengakui saja PELTI sebagai induk organisasi tennis, sehingga dapat berjalan berdampingan dalam suasana yang bersahahat. Dengan demikian Janz berharap berbagai turnamen ANILTB tidak akan ditinggalkan para pemain Indonesia.

    Entah karena nasehat Janz atau karena situasi internasional yang memburuk, atau karena kedua-duanya, ternyata ANILTB mulai mengambil sikap yang terkesan tidak memusuhi PELTI lagi. Yang jelas, minimal mereka telah menghentikan kasak-kusuknya kepada PELTI dan para anggotanya.

    Pihak PELTI sendiri, yang sejak mula berasas mau hekerja sama dengan organisasi mana pun juga, menghargai perubahan sikap ini dengan diam-diam. Perubahan status quo itu dinilai membuktikan bahwa kekuatan organisatoris telah beralih ke pihak Indonesia. Sementara PELTImenyelenggarakan kejuaraan tahunan keenamnya di Surabaya, yang diselenggarakan oleh Indonesische Tennis Organisatie Surabaya (ITOS), ANILTB tak sempat lagi mengadakan jaarlijksche kampioenschappennya. Tampaknya serbuan Pasukan NAZI ke Negeri Belanda mempengaruhinya.
  4. Masa Nonaktif (1941-1949)
    Getaran Perang Dunia II mulai mengimbas ke Nusantara. Pemerintah kolonial dan orang-orang Belanda mulai kalang-kabut, dan lalu lari terbirit-birit begitu pasukan pendudukan Jepang menjejakkan kakinya di Indonesia. Semua orang yang asing dan pribumi, mulai hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri.

    Pada masa pendudukan Jepang ini, kegiatan PELTI pun terhenti. Bukan saja karena keadaan ekonomi yang kian suram, tetapi juga karena kaum penjajah baru melakukan pembuharan semua organisasi, yang politik, sosial, maupun olah raga. Seluruh kegiatan kemudian dihimpun dalam saw wadah yang disebut Tai Iku Kai ( "Persaudaraan Nippon-Indonesia" ).

    Selama masa ini, hanya dua kali Tai Iku Kai menyelenggarakan kejuaraan tennis. Yang pertama, 1942, yang mengikutsertakan seluruh petennis di Jawa, menampilkan Tan Liep Tjiauw sebagai juara tunggal putra setelah di final menundukkan A.A. Katili. Di nomor ganda putra, Tan Liep Tjiauw yang herpasangan dengan Oei Beng Liem mengalahkan Soeharto/Srinado di final. Pada kejuaraan kedua, 1943, juara tunggal diraih A.A. Katili setelah di final mendepak Ketje Soedarsono.

    Pada zaman serba susah itu, kejuaraan utama para petennis bagaimana mendapatkan bola dan raket - kalau pun ads itu pun merupakan stok dari zaman Belanda. Di kota-kota kecil kesulitan yang lebih parah menjadikan tennis olahraga tabu.

    Pembentukan Gerakan Latihan olah Raga Rakyat (Gelora) pada ambang keruntuhan Jepang, 1944, sebagai ganti Tai Iku Kai, tak banyak menolong. Situasi yang nonaktif dan mandek ini Nikon saja menahan lahirnya bakat-bakat baru, tetapi juga menyendatkan perkembangan bibit-bihit yang mulai tumbuh. Itulah yang dialami Doelrachman, Ketje Soedarsono, dan Toto Soetarjo. Perang malahan merenggut petennis andal Samboedjo Hoerip.

    Kalau di zaman Jepang sekali-sekali masih ditemui orang hermain tennis, di masa awal kemerdekaan Indonesia seluruh upaya tercurah kepada penyelamatan Republik yang baru, Iahir. Keadaan ini tentu tidak bcrlaku di kawasan pendudukan Belanda.

    Kegiatan olahraga mulai dibangkitkan pada 1947, dengan berlangsungnya Kongres Olahraga, Januari tahun itu. Salah satu keputusannya adalah: Gclora warisan jepang dikuburkan, dan Persatuan Olah Raga Republik Indonesia (PORI) dinyatakan berdiri. Seluruh induk kegiatan olahraga, seperti PSSI, PAST (atletik), dan PELTI, dihidupkan kembali dan ditetapkan sebagai anggota otonom PORI. (PORI pada hakekatnya nama baru bagi Ikatan Sport Indonesia (ISI) dari zaman sebelum Perang Dunia II, yang diketuai Soetardjo).

    Tahun berikutnya, 1948, berlangsung Pekan Olah Raga Nasional (PON) I, di Solo. Tennis termasuk cabang olahraga yang dipertandingkan. Meski PON pertama ini tak sempat menghadirkan sejumlah pemain tennis kawakan, tapi peristiwa tersebut merupakan titik tolak b angkitnya rasa kebersamaan dan persatuan, khususnya di kalangan olahragawan, termasuk di antara para petennis. Pertandingan tennis PON I menampilkan Toto Soetarjo dan Nyonya Soedomo sebagai juara tunggal putra dan putri. Sedang ganda putra dan campuran masing-masing direhut oleh pasangan Soejono Toto Soetarjo dan Mapaliey/Nyonya Soedomo.

    Di masa setelah proklamasi i

Selasa, 22 Februari 2011

BENTUK LATIHAN DAN PERATURAN PERMAINAN SOFTBALL


  1. Melempar (Throwing)
Melempar bola adalah unsur kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh seseorang yang ingin bermain Softball. Ada tiga jenis lemparan bola yang dilakukan antara lain :
 1). Lemparan atas(overhand throw),
2). Lemparan samping (sidehand throw) dan
3).Lemparan bawah (underhand throw) (Parno, 1992 : 16). Unsur utama yang perlu diperhatikan dalam melakukan gerakan melempar bola softball antara lain : kecepatan, ketepatan, melempar dan jalannya bola serta kemudahan untuk melakukan gerakan lemparan (Parno, 1992 :16).
 Selain unsur tersebut hasil lemparan juga dipengaruhi oleh cara memegang bola.
Melakukan gerakan melempar yang benar tidak lepas dari fase-fase yang harus dilakukan. Dalam buku Parno, Housewart dan Rivkin (1985) membagi gerakan melempar dalam 4 fase yaitu posisi siap berdiri, gerak awalan, gerakan melempar dan gerakan lanjutan. Sedangkan teknik melempar yang biasa dilakukan adalah lemparan atas dan lemparan pitcher.
A. Lemparan Atas Lemparan ini disebut lemparan atas karena sesuai dengan gerak ayunan lengan dilakukan ke atas melewati garis horizontal pada persendian bahu. Teknik lemparan atas merupakan teknik yang banyak dilakukan oleh para pemain dalam permainan dari pada dua jenis teknik lempar yang lain. Teknik ini memiliki keuntungan, jika dilihat dari gerak intasan tangan bergerak dari atas ke bawah, sehingga kemungkinan kesalahan hasil lemparan bola ke arah bawah. Hal ini kemungkinan masih dapat dikuasai dengan menghadang atau membendung bola dengan badan pemain. Di samping itu teknik
lempar atas, kemungkinan bola di lempar dengan kuat, sehingga memiliki kecepatan tinggi dan lebih jauh. Hal ini disebabkan pada saat melempar bola, seluruh badan dimulai
dari kaki, pinggang dan tangan bergerak bersama-sama menjadi satu kesatuan gerak.
Mekanis gerakan tubuh yang dilakukan oleh pemain softball pada teknik lemparan atas adalah sebagai berikut :
1. Posisi Siap
Berdirilah dengan posisi kaki sedemikian rupa, sehingga badan dalam keadaan seimbang dan memungkinkan bergerak leluasa melemparkan bola. Miringkan badan dengan posisi bahu kiri lebih tinggi, searah dengan kaki kiri di depan menuju sasaran dan kaki kanan di belakang, bagi pelempar tangan kanan. Peganglah bola selayaknya di dalam glove dengan grip disenangi. Konsentrasikan pikiran dan pandangan ke arah sasaran yang akan dilempar. Housewarth dan Rivkin (1985) mengemukakan bahwa pada posisi siap melempar yang
penting adalah keseimbangan badan dan bola kontrol.
2. Gerak Awalan
Pada saat bergantian posisi pada gerak awalan, pindahkan berat badan pada salah satu kaki yang berada di belakang atau kaki kiri bagi pelempar kanan atau sebaliknya. Sedangkan kaki lainnya melakukan striding yaitu dengan angkat kaki ke arah samping depan menuju sasaran. Pada saat yang bersamaan, tangan yang memegang bola ayunkan ke belakang dengan mengacungkan pergelangan tangan  
3. Gerak Melempar Bola
Pada saat gerak melempar bola berat badan berada dimuka kaki yang untuk mendorong ke depan dengan posisi kaki sedikit dibengkokkan. Hal ini membantu keseimbangan badan untuk memindahkan tenaga dorongan kaki ke arah sasaran. Jika pemain melakukan striding dan melangkah terlalu panjang ataupun pendek hasil lemparan tidak akan tepat sasaran.
Setelah melangkah atau striding memindahkan dan meletakkan kaki pada bagian depan, putarkan tubuh bagian atas atau thorak menuju ke sasaran. Hal ini akan membantu
menaikkan lengan di sekitar badan mengarah pada sasaran. Sebelum lengan digerakkan ke depan lepaskanlah bola disertai dengan lecutan pergelangan tangan.
4. Gerak Lanjutan
Gerakan akhir dari melempar adalah gerakan lanjutan, dilakukan setelah bola lepas dari tangan yang disertai dengan gerakan lecutan tangan, seolah-olah gerakan tersebut mengikuti gerak jalannya bola yang dilemparkan. Gerak tersebut berakhir pada samping badan atau kaki pada tangan yang memakai glove. Pada saat ini berat badan berada di kaki depan, sedangkan kaki belakang yang mendorong mengikuti gerak maju ke depan tetap terletak pada tanah sebagai stabilisator dengan glove di samping kaki. Untuk meningkatkan teknik lemparan atas bermain Softball para pemain harus melakukan latihan dengan cara
pemain berpasangan dan berhadapan dalam jarak yang pendek atau dekat kira-kira 2-3 meter. Pemain melakukan lemparan dengan menambah kecepatan berangsur-angsur,
tetapi lemparan tidak keras dan enak diterima oleh teman. Latihan ini harus dilakukan dengan waktu yang lama sampai pemain dapat menguasai teknik lemparan atas dengan sangat bagus. Sesudah melakukan teknik lemparan atas dengan baik, jaraknya mulai diperjauh dan lemparan bola juga keras. Durasi waktu latihan ditambah dan intensitas serta repetisi melakukan gerakan lemparan atas juga diperbanyak agar dapat menguatkan otot-otot lengan pemain. Sehingga dapat menghasilkan lemparan atas yang cepat. Untuk mengembangkan latihan lemparan atas agar tepat sasaran, maka pemain harus diberi latihan dengan cara pemain saling berpasangan dan berhadapan dengan jarak kira-kira 2-3 meter. Pemain mendapat nilai dengan melempar titik khusus pada pasangannya. Contoh
pemberian nilai pada titik khusus yang di pasang di dada mendapatkan nilai 5, di samping badan mendapatkan nilai 10, di atas kepala mendapatkan nilai 10 dan seterusnya. Setelah selesai para pemain dikumpulkan dan diberi evaluasi agar pemain yang tidak mendapatkan nilai diberi perhatian dan latihan tambahan. Setelah para pemain dapat menguasai gerakan ini maka perlu ditambah jarak lemparan dan lemparan lebih keras, durasi waktu, intensitas
diperbanyak. Teknik lemparan atas pada permainan bola Softball juga perlu latihan  ambahan selain latihan di atas yaitu latihan beban. Karena gerakan lemparan atas yang
digerakan berupa otot-otot yang ada pada lengan atas dan bawah, otot-otot yang ada disekitar punggung dan juga otot-otot yang ada pada kaki. Agar para pemain dapat
melempar dengan keras maka perlu dilatih dengan latihan tambahan supaya otot-otot mempunyai kekuatan yang bagus dan daya tahan yang bagus pula. Latihan beban yang
diberikan untuk para pemain softball pada teknik lemparan atas yaitu dumbell press, bench press, chins, lat pull, squats, leg extension dan crull dan lain-lain.
B. Lemparan Pitcher
Lemparan pitcher adalah suatu teknik lempar yang dilakukan oleh pitcher dengan tugas utama dilambungkan bola untuk diberikan pada batter pada awal permainan. Bola
dilemparkan dengan teknik lempar bawah dengan daerah sasaran (strike zone) antara setara lutut dengan sekitar ketiak di bawah lengan bahu pada si pemukul (batter) siap melakukan
pukulan. Parno (1992 : 31) mengatakan “belum tentu setiap pemain dapat menjadi pitcher yang baik, karena diperlukan keterampilan yang cukup kompleks”. Oleh sebab itu untuk
menjadi pitcher yang baik diperlukan latihan-latihan yang khusus. Ada dua jenis gerakan yang dilakukan dalam lemparan pitcher yaitu teknik slingshot dan widmill. Teknik lemparan
midmill dapat dikuasai oleh seorang pitcher namun sebelumnya disarankan untuk mempelajari teknik slingshot (Housewart dan Rivkin, 1985).

  1. Menangkap Bola (Cathing)
Menangkap bola adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk dapat menguasai bola dengan tangan yang memakai glove, dari hasil pukulan atau lemparan teman (Parno, 1992 : 49). Menangkap bola yang biasa dilakukan oleh pemain dalam permainan yaitu bola lambung (fly ball) dan bola gulir (ground ball). Ada juga posisi menangkap bola yang harus dilakukan dengan sikap awal jongkok atau setengah jongkok yaitu posisi catcher. Posisi ini
dilakukan untuk menangkap bola demi pitcher yang tidak dapat dipukul oleh pemukul (better).
A. Menangkap Bola Lambung (Fly Ball) Menangkap bola lambung adalah suatu usaha dari
pemain untuk dapat menguasai bola dengan glove terhadap bola yang melambung (Fly ball), baik dari hasil pukulan ataupun lemparan bola dari teman. Usahakan bola berada di depan atas kepala, perhatikan dan pandangan harus selalu pada bola. Saat menangkap bola gerakan tangan lurus ke arah bola di depan atas kepala. Bersamaan dengan tertangkapnya bola dengan glove, tariklah lengan dan glove ke arah badan untuk meredam bola dan tutuplah dengan tangan yang lain agar tidak terlepas. Untuk meningkatkan teknik menangkap bola lambung para pemain diberi latihan menangkap bola lambung dengan jarak 30 feet dan lemparkan bola melambung dengan relative mudah dikuasai dan tidak keras. Kecepatan dan tinggi bola yang dilempar harus bervariasi. Setelah mempunyai pengalaman menangkap bola, maka jarak dijauhkan dan jarak lemparan dengan berbagai variasi untuk menambah kesulitan dengan mengarahkan bola di belakang, depan dan samping posisi pemain. Latihan ini dapat juga dikembangkan dengan menjaga bola yang dipukul sesuai dengan situasi pemain.
B. Menangkap Bola Gulir (Graund Ball)
Bola gulir adalah bola yang bergulir atau mengguling pada tanah dari hasil pukulan atau lemparan. Untuk menangkap bola gulir harus dikuasai, dilakukan dengan menyongsong
datangnya bola dan bukan menunggu bola ditempat. Mekanis gerakan tubuh yang dilakukan oleh pemain softball pada teknik menangkap bola gulir adalah sebagai berikut :
Letakkanlah salah satu lutut bertumpu pada tanah, gunakan kaki yang lain dan badan untuk memblok bola. Bola berada di depan badan di antara kedua kaki. Sedangkan posisi
kaki kiri dalam keadaan siap untuk lari atau berdiri. Letakkan bagian belakang glove pada tanah menghadang datangnya bola dan siap melempar ke tempat sasaran. Untuk meningkatkan teknik menangkap bola gulir para pemain harus dapat menguasai posisi siap dalam menangkap bola gulir, pemain dapat bergerak melangkah ke depan, ke belakang dan ke samping, pemain dapat melakukan tangkapan dan menutup bola dengan tangan yang lain agar tidak lepas dan tingkatkan latihan dari yang mudah, dengan lemparan bola yang
bergulir lambat dengan jarak sedang, ke arah latihan yang lebih sukar dengan lemparan bola gulir yang lebih keras, cepat, akurat dan jarak yang lebih jauh.

  1. Memukul Bola (Batting)
Untuk mendapatkan nilai dalam permainan softball, para pemain harus punya kemampuan untuk memukul bola. Memukul merupakan salah satu teknik dalam softball yang dilakukan oleh regu penyerang dengan melakukan pukulan terhadap bola yang dilemparkan oleh pitcher (Parno, 1992 : 54). Menurut Sukintaka (1978/1979 : 61) mengatakan tujuan
memukul antara lain :
a. Mencapai base didepannya dengan selamat.
b. Menciptakan nilai.
c. Memajukan pelari didepannya.
Menurut Agus Mukholid (2004 : 61) prinsip-prinsip memukul bola yang harus dikuasai oleh seorang pemukul softball adalah :
a. Cara memegang bola (grip).
b. Cara berdirinya (stance).
c. Cara melangkahkan kaki atau menggeserkan kaki (straide),
d. Caramengayunkan alat pemukul
e. Gerak lanjutan si pemukul (follow through).
Ada dua macam memukul dalam softball yaitu memukul bola dengan ayunan (swing) dan memukul bola tanpa ayunan atau menahan bola pitcher (Bunt).
A. Memukul Bola Dengan Ayunan (Swing) Memukul bola dengan ayunan (swing) adalah pukulan yang sebenarnya dalam softball karena tidak ada tipuan seperti dalam bunt yang dimaksudkan untuk mengecoh lawan. Memukul bola dengan ayunan merupakan usaha
memukul bola dari pitcher dengan tujuan menghasilkan pukulan yang keras dan jauh. Hasil pukulan tersebut diharapkan sulit ditangkap oleh penjaga sehingga kesulitan untuk mematikan pelari. Pukulan ini dilakukan dengan ayunan penuh, cepat dan tidak terputus dari posisi siap memukul tanpa gerakan menahan sampai gerak lanjutan. Mekanis gerakan tubuh yang dilakukan oleh pemain softball pada teknik memukul bola dengan ayunan adalah
sebagai berikut :
1. Melangkah
Mengayunkan lengan adalah merupakan bagian dari gerak memukul. Bagaimanapun juga melangkah gerak yang menggerakan badan yang sama pentingnya gerak mengayun. Selama melangkah ke arah pitcher berat badan berpindah ke depan bersamaan dengan kekuatan better memukul bola. Langkah kaki tidak perlu jauh-jauh, kira-kira 6-12 inchi dilakukan dengan pelan.
2. Gerakan Lengan
Ayunan lengan dimulai setelah langkah kaki berakhir mendarat di tanah. Lengan mengayunkan pemukul datar setinggi pinggang, bersamaan dengan itu dada berputar menghadap arah pitcher.
3. Gerakan Pergelangan Tangan
Gerakan pergelangan tangan sangat penting dalam mengayun, hal ini merupakan bagian gerak yang wajar dapat diperlihatkan dalam gerak yang lambat. Gerakan
pergelangan tangan berputar selayaknya kemudian berhenti pada pertengahan gerak ayunan.
4. Gerak Lanjutan
Gerak lanjutan adalah merupakan gerak akhir dari melakukan ayunan dan terjadi secara wajar. Pada fase ini pergelangan tangan terus berputar, sehingga lengan menyilang pada tubuh dan pinggang berputar penuh. Menurut Agus Mukholid (2004 : 61) teknik memukul bola dengan ayunan (swing) meliputi :
1) Pegangan alat pemukul (bat) harus santai, tidak menimbulkan ketegangan pada lengan dan pergelangan tangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Lead-arm harus dalam posisi horizontal dengan tanah.
b. Siku tangan belakang ditekuk dan dijatuhkan dari badan.
c. Pandangan ke arah bola lewat bahu depan.
d. Sikap dan tempat kedudukan kepala tidak berubah sampai bat mengenai bola.
e. Posisi bat agak condong ke belakang, jangan diletakkan di atas bahu atau terlalu tegak.
2) Ambillah sikap yang enak dan wajar pada waktu berdiri dalam batter box. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Harus keadaan rileks selalu.
b. Jarak kedua kaki selebar bahu.
c. Berat badan harus berada ditengah-tengah badan untuk memudahkan gerakan.
d. Badan sedikit condong ke depan.
3) Geserlah kaki depan ke arah datangnya bola atau pitcher. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Geserkan kaki ke depan (striding) secukupnya saja.
b. Lakukanlah backswing sebelum striding, untuk menambah putaran ke depan.
4) Lakukanlah ayunan (swing) ke depan disertai putaran badan ke depan segera setelah striding selesai (putaran badan ke arah pitcher).
5) Luruskanlah lead-arm pada waktu melakukan ayunan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
6) Pindahkan berat badan dari belakang ke depan untuk menambah kekuatan pukulan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Doronglah badan ke depan dengan kaki belakang.
b. Lecutkanlah pergelangan tangan menjelang bat kontak dengan bola.
c. Lead-arm lebih aktif.
7) Follow through dari tubuh harus searah dengan jalannya bola hasil pukulan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. Angkatlah tumit kaki belakang, untuk dapat melakukan pivot-foot.
b. Pindahkan titik berat badan ke depan. Untuk meningkatkan pukulan bola para pemain diberi latihan pukulan dasar tanpa bola yaitu cara melangkahkan kaki, kombinasikan gerak langkah kaki dengan ayunan lengan, kombinasikan gerak langkah kaki, ayunan lengan dan gerak lanjutan dengan baik dan benar. Untuk mengasah pukulan bola yang dilakukan pemain yaitu gantunghlah bola di dalam yang tidak terpakai dilakukan di garase atau tempat lain yang dihalangi dengan backstop atau jaring dan latihan yang kontinyu agar dapat mengasai gerakan memukul dengan memukul bola. Para pemain membuat labor memukul di garase atau di lapangan. Bola dipukul ke arah jaring, dinding yang bertir, backstop. Letakanlah bola pada tongkak dan lakukan pukulan dengan mengayun. Salah seorang melemparkan bola sebagai pitcher berdiri dengan jarak 10 feet dengan sudut kemiringan 450 terhadap better. Posisi ini memudahkan pitcher melemparkan bola lambat yang dapat dipukul better ke dalam
jaring. bagi tim dalam kelompok sebagai better dan fielder. Satu orang sebagai on deck better, semua pemain lain sebagai fielder. pitcher melemparkan bola dengan variasi sebanyak 15 kali terhadap better. Kemudian bola dari fielder diberikan ke pitcher
lalu bergantian yang menjadi pemukul bola dan seterusnya. Setelah para pemain dapat menguasai gerakan ini maka perlu ditambah durasi waktu, intensitas diperbanyak.
Teknik memukul bola pada permainan bola softball sangat bagus diberi latihan beban. Karena gerakan memukul bola menggunakan otot-otot yang ada di seluruh tubuh terutama
otot-otot pada lengan atas dan bawah, otot-otot yang ada disekitar punggung dan perut, juga otot-otot yang ada pada kaki. Agar para pemain dapat memukul bola dengan keras maka perlu dilatih dengan latihan tambahan supaya otot-otot mempunyai kekuatan yang bagus dan daya tahan yang bagus pula. Latihan beban yang diberikan untuk para pemain softball pada teknik lemparan atas yaitu upright row, power clean, dumbell press, bench press, sit up, back up, back extention, chins, lat pull, squats, leg extension dan crull dan lain-lain. 
B. Memukul Bola Tanpa Ayunan atau Menahan (Bunt) Bunt adalah pukulan yang dilakukan dengan pelan terhadap bola tanpa melakukan gerakan ayunan lengan. Bunt dilakukan untuk mengecoh penjaga sehingga dapat memajukan pelari didepannya dan better berkesempatan
untuk mencapai base didepannya. Namun demikian bunt bukan teknik memukul yang mudah dilakukan oleh pemain pemula, karena cukup sulit untuk mengarahkan bola agar sulit dijangkau oleh pitcher maupun penjaga base. Memukul memerlukan keterampilan, ketelitian,
koordinasi dan kekuatan. Teknik memukul juga merupakan suatu gerakan yang kompleks karena memerlukan koordinasi dari pengamatan untuk memukul pitcher dengan kecepatan yang belum diketahui. Bagi pemain pemula memukul merupakan keterampilan yang sulit dilakukan. Oleh karena itu harus mengembangkan keterampilan koordinasi antara tangan, mata dan pengamatan yang diperlukan untuk memukul bola (Housewart dan Rivkin, 1985). Menurut Agus Mukholid (2004 : 61) teknik memukul bola dengan tanpa ayunan atau menahan (bunt) meliputi :
a. Batter harus mengambil sikap seolah-olah seperti melakukan swing (pukulan jauh) sebelum melakukan bunt yang sesungguhnya.
b. Bila batter posisi berdirinya sejajar dengan home plate, geserlah kaki depan ke arah diagonal belakang (base II), untuk kemudian disusul oleh kaki belakang sehingga kedua
kaki dalam posisi sejajar.
c. Bersamaan dengan pivot-foot, geserlah tangan yang belakang ke arah ujung bat.
d. Dengan pivot-foot yang tepat, akan menjamin berhasilnya seorang batter melakukan bunt.

  1. Pelari (Base Running) dan Meluncur (Sliding)
Lari adalah faktor yang sangat penting dalam bermain softball. Para pemain harus memiliki kemampuan, kecakapan, kelincahan dan kecepatan lari untuk mencapai base dengan selamat. Di dalam lapangan, seorang pelari harus berlari dari base ke base tanpa melewati pemain didepannya. Kecepatan lari sangat penting dimiliki oleh pemain, lawannya adalah bola yang dilempar oleh fielder dengan kecepatan yang relatif tinggi. Untuk memperoleh
kemampuan yang memadai para pemain perlu dan harus berlatih yaitu sprint dan bentuk agility secara teratur. Seorang pelari juga harus bisa membaca situasi lapangan untuk tindakan stealing yaitu suatu tindakan dari baserunner yang berusaha maju ke base yang
didepannya pada waktu pitch dilakukan pitcher atau mengambil keputusan untuk sliding.
Untuk melakukan sliding diperkirakan dengan jarak 2-3 meter dari base yang akan dicapai. Dilakukan dengan awalan, setelah mendekati base, pindahkan berat badan ke belakang kemudian jatuhkan pinggul ke tanah. Bersamaan dengan itu ayunkan salah satu kaki ke arah base, segera diikuti kaki yang lain. Saat meluncur dengan sikap terlentang, seluruh badan bagian belakang menyentuh pada tanah kecuali kepala sedikit diangkat kaki diluruskan untuk
menyentuh base yang dituju. Ada beberapa macam cara untuk melakukan sliding yaitu sliding lurus (le straight leg slide), meluncur mengait (hook slide) dan meluncur kepala lebih dulu (frist head slide). Ini merupakan teknik-teknik melakukan sliding yang ada

  1. Latihan Teknik Dasar Bermain Softball
Latihan teknik merupakan unsur yang sangat berpengaruh terhadap penguasaan teknik dasar bermain Softball. Adapun tujuan melatih teknik adalah untuk mengotomatisasi gerakan sesuai dengan teknik gerakan yang dikehendaki dan benar otomatisasinya (Suharno HP, 1986:62). Dalam latihan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk seseorang dapat menguasai suatu teknik gerakan. Dalam teori belajar gerak menurut Rusli Lutan, (1988:102) Belajar gerak itu terdiri atas tahap penguasaan, penghalusan dan, penstabilan gerak atu keterampilan teknik olah raga. Belajar gerak terjadi melalui respon-respon muskular yang
diekspresikan dalam gerakan-gerakan bagian tubuh secara sebagian-sebagian atau keseluruhan sesuai prinsip belajar gerak dari mudah ke sukar atau dari sederhana ke yang lebih kompleks (Sugiyanyo dkk, 1997:329). Fase-fase yang harus dilalui dalam tahapan belajar yaitu fase kognitif, fase asosiatif dan fase otonom. Dalam melakukan aktivitas jasmani, ada dua aspek pokok di dalamnya yaitu meningkatkan kemampuan fisik dan kualitas gerak tubuh. Untuk meningkatkan kualitas fisik dapat dilakukan dengan latihan fisik.
Sedangkan untuk kualitas gerakan, latihan dilakukan dengan mengacu prinsip belajar gerak.
Meningkatkan teknik dasar melempar dan menangkap bermain Softball dapat dilakukan bersamaan dengan latihan lempar tangkap berpasangan. Memukul dapat dilakukan dengan latihan memukul bola yang dilempar oleh teman dari bawah, dari atas,atau bisa juga dengan alat ”T”Ball. Untuk meningkatkan kemampuan pemain softball dalam melakukan lari dalam permainan Softball dengan cara pemain diberi latihan lari sprint 50 m, 100 m, 200 m dan lari sprint di lapangan Softball

BOLA VOLI INDOOR DAN PANTAI


Voli pantai adalah variasi dari bola voli, yang dimainkan di atas pasir. Dua tim yang dipisahkan oleh jaring memukul bola voli menggunakan lengan atautangan. Para pemain berusaha untuk memukul bola melawati atas jaring agar memasuki lantai di daerah lawan, serta harus mencegah bola jatuh di daerah mereka sendiri.
Voli pantai populer sebagai aktivitas rekreasi di tempat-tempat yang memiliki pantai berpasir yang luas, namun sering juga dimainkan di lapangan pasir yang bukan di pantai. Bahkan, olahraga ini populer di beberapa negara yang tidak berbatasan dengan laut, seperti Swiss. Olahraga ini termasuk olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, dan badan tertingginya adalah Fédération Internationale de Volleyball. Menurut peraturan resmi, voli pantai menggunakan dua orang dalam satu tim.

PERATURAN PERTANDINGAN BOLA VOLI INDOOR DAN PANTAI
PORDA IX/2003 INDRAMAYU


A. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Melaksanakan program kerja KONI Jawa Barat sebagai puncak kegiatan olahraga masyarakat Jawa Barat.
2. Melaksanakan program kerja Pengda PBVSI Jawa Barat dalam mendukung persiapan PON 2004.
3. Meningkatkan prestasi bola voli indoor/pantai di Jawa Barat.

B. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. TEMPAT :
Tempat pelaksanaan voli Indoor/pantai dilaksanakan di Indramayu
2. WAKTU :
Tanggal 30 Juni s.d. 6 Juli 2002
3. LOKASI DAN JADWAL
Akan ditentukan kemudian.

C. KETENTUAN PERTANDINGAN BOLA VOLI INDOOR
I. PESERTA
1. Persyaratan atlet peserta mengacu kepada peraturan PORDA IX
2. Keabsahan atlet peserta mengacu kepada peraturan PORDA Jawa Barat No. 18/0.4/KPTS/I/1999 dan No.19/0.4/KPTS/1999
3. Tim peserta adalahi 8 (delapan) regu putra dan 8 (delapan) regu putri yang terdiri dari :

(1) Juara I putra dan putri PORDA VIII Bogor 1999
(2) Juara II putra dan putri PORDA VIII Bogor 1999
(3) Juara I putra dan putri dari empat wilayah yang melakukan babak kualifikasi PORDA.
(4) Tuan rumah PORDA IX (Kab. Indramayu)
(5) Untuk melengkapi delapan regu di atas di ambil dari satu regu putra dan putri dari Juara II tiap wilayah yang akan melakukan Play Off.

II. BABAK KUALIFIKASI PORDA
1. Pembagian daerah dan tuan rumah babak kualifikasi akan diterntukan dalam pertemuan antara Pengda PBVSI Jabar dengan Pengcab-Pengcab Bola Voli se Jabar yang akan digelar pada minggu ketiga bulan Desember 2002.
2. Pertandingan babak kualifikasi akan digelar pada bulan Januari 2003.



III. SISTEM PERTANDINGAN
1. Peserta dibagi dalam 2 (dua) Pool @ 4 regu.
2. Babak pendahuluan dengan setengah kompetisi.
3. Babak kedua Juara I dan II masing-masing Pool akan bertanding silang.
4. Babak ketiga (Final) pemenang Vs pemenang untuk posisi I dan II, dan kalah Vs kalah untuk posisi III.

IV. MEDALI
Medali yang disediakan :
• 2 medali emas
• 2 medali perak
• 2 medali perunggu

V. PERATURAN PERMAINAN
Peraturan yang dipergunakan adalah peraturan permainan Bola Voli internasional terbaru yang telah disyahkan oleh PP. PBVSI.

V. Hal-hal yang belum tercakup dalam peraturan pertandingan ini, akan dibicarakan dalam pertemuan teknik.

D. KETENTUAN PERATURAN PERTANDINGAN BOLA VOLI PANTAI/PASIR

I. PESERTA
1. Regu peserta terdiri dari 16 pasang putra dan 16 pasang putri.
2. 16 peserta putri dan 16 peserta putra teridir dari :
a. Tuan Rumah (2 pasan putra dan 2 pasang putri)
b. Juara I dan II PORDA VIII Bogor
c. Juara I, II dan III dari tiap wilayah yang lolos babak kualifikasi.

II. KEABSAHAN PESERTA/PEMAIN
1. Sama dengan voli indoor.
2. Keabsahan pemain akan ditentukan dalam pertemuan teknik.

III. Lokasi dan jadwal pertandingan akan ditentukan kemudian.

IV. BABAK KUALIFIKASI
1. Tiap daerah hanya diperkenankan mengirimkan sebanyak-banyakmya 2 regu putra dan 2 regu putri.
2. Pembagian wilayah dan tuan rumah babak kualifikasi akan ditentukan dalam pertemuan antara Pengda PBVSI Jawa Barat dan Pengcab-pengcab PBVSI pada minggu ketiga bulan Desember 2002.
3. Babak kualifikasi akan digelar pada bulan Januari 2003

V. SISTEM PERTANDINGAN
Sistem yang dipergunakan adalah Babak Gugur Ganda.

VI. MEDALI YANG DIPEREBUTKAN
• 2 Medali emas
• 2 Medali Perak
• 2 Medali Perunggu

VII. PERATURAN PERMAINAN
Peraturan yang dipergunakan adalah peraturan permainan Voli Pantai yang telah disyahkan dan dipakai oleh PP. PBVSI.

VII. LAIN-LAIN
Hal-hal yang belum tercakup dalam perturan pertandingan ini akan dibahas dan ditentukan dalam pertemuan teknik.


Bandung, 25 Oktober 2002
PENGURUS DAERAH PBVSI JAWA BARAT
Ketua Bidang Pertandingan dan Kompetisi



ROBBY MAMARIMBING

Berawal dari sebuah kota yang bernaman Santa Monica, yang terletak di wilayah California, permainan bola voli pantai pertama kali dimulai pada tahun 1920-an. Permainan yang merupakan perkembangan dari permainan bola voli ini mulai mengembangkan sayapnya di wilayah Eropa dengan lamban. Penyebarannya ke wilayah- wilayah yang terdapat di benua Eropa mulai terlihat pada sekitar tahun 1930-an, sepuluh tahun setelah pertama kali diciptakan. Perkembangan permainan ini betul-betul berjalan dengan lamban. Hal ini dapat dilihat pada masa kepopulerannya. Permainan bola voli pantai ini baru mulai terkenal pada sekitar tahun 1980-an.


Brazil dan Amerika Serikat adalah dua negara yang selama berpuluh-puluh tahun telah berkecimpung dan mendominasi permainan bola voli pantai pada kelas internasional. Selain Brazil dan Amerika Serikat, belakangan ini Australia juga telah muncul sebagai negara terkuat yang ketiga dalam permainan bola voli ini. Beberapa negara yang lain, yang terletak di Eropa juga telah berusaha untuk terus mengembangkan potensi mereka.
Peraturan Dan Tehnik Bermain
Pada dasarnya, sebagian besar peraturan dan tehnik-tehnik yang terdapat pada permainan bola voli pantai sama dengan permainan bola voli dalam ruangan. Perolehan poin akan didapatkan oleh sebuah tim, jika tim tersebut berhasil menjatuhkan bola di area lawan. Atau, poin juga dapat diperoleh apabila tim lawan melakukan kesalahan atau pelanggaran. Kontak antara pemain dengan bola pun tidak boleh lebih dari 3 kali pukulan, sebelum bola tersebut berhasil melewati net dan meyeberang ke area lawan. Pada 3 pukulan tersebut harus dilakukan oleh pemain yang berbeda secara bergantian. Satu orang pemain tidak boleh melakukan kontak (memukul) bola lebih dari satu kali, sebelum bola tersebut dioper terlebih dahulu ke rekan pemainnya atau ke tim lawan. Perbedaan yang paling signifikan antara permainan bola voli pantai dengan bola voli dalam ruangan terletak pada lokasi dan jumlah pemain pada setiap timnya. Pada permainan bola voli dalam ruangan, lokasi yang digunakan untuk melangsungkan pertandingan berupa lapangan dengan permukaan yang keras. Sedangkan permainan bola voli pantai dimainkan di atas lapangan dengan lapisan pasir yang cukup tinggi. Yang kedua, pemain dalam setiap tim berjumlah 6 orang. Sedangkan pada permainan bola voli pantai, pemain dalam setiap tim hanya berjumlah 2 orang.


Selain dua perbedaan yang telah disebutkan diatas, berikut ini adalah beberapa perbedaan kecil lain yang terdapat dalam permainan bola voli pantai:
• Lapangan yang digunakan dalam permainan bola voli pantai memiliki ukuran yang lebih sempit jika dibandingkan dengan lapangan bola voli dalam ruangan. Jika pada lapangan bola voli dalam ruangan memiliki ukuran 9 x 9 meter (ukuran setengah lapangan), maka lapangan yang digunakan pada permainan bola voli pantai hanya berukuran 8 x 8 meter.
• Dalam permainan bola voli pantai tidak terdapat garis 3 meter.
• Jika seorang pemain bola voli pantai melakukan block, sedangkan block tersebut membentur net hingga terpental dan terjadi kontak dengan blocker tersebut atau dengan pemain pasangannya, maka kontak tersebut akan dihitung sebagai satu pukulan.
• Dalam permainan bola voli pantai, menyeberang ke area lawan melalui bawah net tidak dianggap sebagai sebuah pelanggaran, selama hal tersebut tidak mengganggu gerakan tim lawan.
• Dalam permainan bola voli pantai dikenal istilah Open-hand dinks, yaitu mengarahkan atau mengoper bola ke arah area lawan hanya dengan menggunakan ujung jari-jari. Dalam permainan bola voli dalam ruangan, tehnik ini diperbolehkan. Namun, tehnik ini adalah salah satu pelanggaran jika seseorang mempraktekkannya dalam permainan bola voli pantai.
• Servis pada permainan bola voli pantai dalam satu tim dilakukan secara bergantaian antara pemain yang satu dengan pemain yang lain. Namun, dalam permainan ini tidak diperlukan putaran pemain.
• Selain tidak terdapat seorang libero, dalam permainan bola voli pantai juga tidak diberlakukan sistem pergantian pemain seperti dalam permainan bola voli dalam ruangan.
• Biasanya, sebagian besar pemain bola voli pantai akan bermain tanpa menggunakan sepatu (barefoot). Hal ini dapat dilakukan berdasarkan keinginan pemain itu sendiri maupun berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan.
• Permainan bola voli pantai dimainkan dalam 3 set. Tim pemenang adalah tim yang pertama kali menang dalam 2 set. Pertandingan pada setiap set akan berlangsung hingga 21 poin, pada dua set pertama. Dan pada dua set pertama ini terdapat 2 poin sebagai poin tambahan. Sedangkan pada set yang ketiga, permainan hanya akan berlangsung hingga 15 poin, dengan 2 poin tambahan.
• Permainan bola voli pantai menggunakan jenis bola dengan ukuran yang lebih besar dan lebih lunak daripada bola yang biasa digunakan dalam permainan bola voli dalam ruangan. Permainan bola voli pantai menggunakan bola dengan tekanan internal yang lebih rendah.

Isyarat Tangan
Penggunaan isyarat tangan adalah salah satu tehnik yang telah menjadi bagian dalam permainan bola voli pantai. Isyarat tangan adalah salah satu tehnik yang vital dan harus dimengerti oleh setiap pemain bola voli pantai. Hal ini karena isyarat tangan adalah salah satu langkah yang selalu digunakan untuk melakukan penyerangan maupun menentukan taktik permainan yang akan digunakan. Pemberian isyarat dengan tangan ini biasanya selalu dilakukan dengan menggunakan kedua tangan, dilakukan oleh rekan pemain yang sedang melakukan servis. Ketika memberikan isyarat tersebut, posisi tangan berada di belakang badan. Hal ini bertujuan agar tim lawan tidak dapat melihat isyarat tersebut. Isyarat tangan, kadang juga digunakan ketika rally sedang berjalan. Namun, hal ini tidak terlalu sering dilakukan.


Berikut ini adalah beberapa jenis isyarat tangan yang biasa digunakan dalam permainan bola voli:
• Closed Fist
Isyarat dengan menggunakan kepalan tangan ini menyatakan bahwa tidak perlu melakukan block pada sisi lapangan tersebut.
• One Finger
Maksud dari isyarat ini adalah agar pemain yang berperan sebagai blocker melakukan block terhadap spike dari tim lawan, dengan mengarahkan block tersebut di bawah garis atau ke arah spiker tim lawan.

• Two Fingers
Isyarat dengan menggunakan dua jari tangan menandakan bahwa blocker harus berusaha melakukan block, dan mengarahkan block tersebut ke sudut lapangan lawan (dengan arah menyilang).

• Open Hand
Isyarat tangan yang lain, yang biasa digunakan dalam permainan bola voli pantai adalah dengan posisi tangan terbuka. Posisi tangan terbuka ini artinya adalah blocker harus melakukan block sesuai dengan posisi set yang dilakukan oleh pemain dari tim lawan.
Beberapa Hal Lain
• Perhatikan jenis servis yang dikuasai oleh tim lawan.
• Jenis servis apa yang sulit dikendalikan oleh tim lawan.
• Jenis formasi yang digunakan oleh tim lawan.
• Perhatikan area lawan yang kosong atau dalam posisi lemah pertahanannya.
• Cari pemain dari tim lawan yang lemah tehnik pertahanannya.
• Perhatikan formasi block tim lawan, cari formasi block yang lemah.
• Perhatikan tehnik-tehnik permainan yang digunakan oleh setter.
• Amati bentuk cover yang digunakan oleh tim lawan.
• Perhatikan keadaan fisik para pemain dari tim lawan, tinggi badannya, dan kemampuan serta kecepatan lompatnya.
• Perhatikan kondisi stamina tim lawan.

Beberapa Tips Sebelum Bertanding

• Memantapkan tehnik-tehnik yang akan digunakan dalam pertandingan, baik tehnik menyerang maupun tehnik bertahan.
• Berusaha untuk menghilangkan atau meminimalisir kelemahan yang terdapat pada tim ketika melakukan latihan.
• Persiapkan fisik dengan baik, agar tetap berada dalam kondisi yang prima ketika bertanding.
• Pulihkan lelah tubuh setelah latihan dengan istirahat yang cukup.
• Memperkuat rasa percaya diri pada setiap pemain.
• Memberikan dorongan kepada rekan satu tim yang gugup ketika akan mengikuti pertandingan.
• Bila perlu, adakan rekreasi satu tim pada tiga hari sebelum pertandingan untuk menghilangkan rasa tegang.
• Pemain dapat memanfaatkan waktu 3 sampai 5 menit sebelum pertandingan untuk mempelajari kondisi area pertandingan, misalnya:
• Mempelajari keadaan lapangan dan batas-batasnya.
• Perhatikan tinggi net yang akan digunakan selama pertandingan.
• Menyesuaikan strategi permainan.
• Membangun semangat masing-masing dan tim.
• Melakukan pemanasan ringan, misalnya dengan melakukan latihan servis, set, dan pass untuk menghilangkan rasa gugup.

permainan bola volly


volly

Lapangan permainan

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.

Cara permainan

Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.
Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu tosser(atau setter), spiker (smash), libero, dan defender (pemain bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smashbola ke seberang net. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.
Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser harus dapat mengatur jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai angka 25 terlebih dahulu untuk memenangkan suatu babak.

Sejarah

Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).
William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.
Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.
Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

Urutan serve

Penghitungan angka

Aturan permainan dari bola voli adalah:
  1. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
  2. Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai

Sistem Pertandingan

  • Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan
disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
  • Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
  • Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
  • Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang
lain.
  • Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
  • Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
  • Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
  • Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
  • Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
  • Kesalahan meliputi:
o Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan. o Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan. o Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan. o Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan. o Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan. o Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan. o Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang. o Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
  • Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
  • Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
  • Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.

Teknik Bola Voli

Servis

Servis pada jaman sekarang bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan atau sekedar menyajikan bola, tetapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang melakukan servis.
Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas.Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis,floating dan cekis.
1.servis tangan bawah
   -mula-mula pemain berdiri dipetak servis dengan kaki kiri lebih kedepan dari kaki kanan.
   -bola dipegang dengan tangan kiri
   -Bola dilambungkan tidak terlalu tinggi,tangan kanan ditarik ke bawah belakang
   -setelah bola kira-kira setinggi pinggang,lengan kanan diayunkan lurus kedepan untuk memukul bola
   -telapak tangan menghadap bola dan tangan ditegangkan untuk mendapat pantulan yang sempurna,ta-
    ngan dapat pula menggenggam.
2.tennis servis
   -Sikap persiapan dimulai dengan mengambil posisi kaki kiri lebih kedepan,kedua lutut agak rendah
   -tangan kiri dan kanan bersama-sama memegang bola,tangan kirimenyangga bola,tangan kanan diatas
    bola.
   -bola dilambungkan dengan tangan kiri kira-kira 1/2 meter diatas kepala
   -tangan kanan ditarik kebelakang atas kepala,menghadap depan
   -lakukan gerakan seperti mensmesh bola,perhatian terpusat pada bola
   -lecutan tangan diperlukan pada saat p[erkenaan bola.
3.floating servis
   -posisi kaki sama seperti tennis servis
   -tangan kiri memegang bola dan tangan kanan disamping setinggi pelipis
   -dengan tangan kiri bola dilambungkan ssedikit kesamping kanan tidak terlalu tinggi
   -setelah bola melambung keatas setinggi kepala, tangan kanan dipukulkan pada bagian tengah bola.
   -pukulan float dapat dilakukan dengan beberapa cara:
       = dengan tumit tangan
       = dengan tangan, dimana ibu jari dilipat kedalam dan menempel pada telapak tangan
       = memukul dengan tangan tergenggam.
4.cekis
   -sikap permulaan dengan mengambil sikap berdiri menyamping dengan tubuh bagian kiri lebih dekat
    kejaring.
   -bola dipegang tangan kiri dan kanan.
   -saat bola dilambungkan, badan diliukkan sedikit kebelakang dan lutut ditekuk
   -kedua tangan dijulurkan kearah samping bawah kanan dalam keadaan memegang bola.
   -bola dilambung keatas kepala dengan kedua belah tangan.
   -setelah bola lepas, tangan kanan ditarik kesamping kanan bawah, liukkan badan kekanan.
   -berat badan ada dikaki kanan,telapak tangan menghadap keatas
   -setelah bola ada pada jangkauan tangan,secepatnya bersama sama lengan,liukkan badan kesamping kiri
   -perkenaan bola bagian bawah belakang bola,pukulan bola dibantu liukkan badan dan lecutan tangan.

Service ada beberapa macam:
  • Service atas adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
  • Service bawah adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
  • Service mengapung adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
Yang perlu diperhatikan dalam service
  • Sikap badan dan pandangan.
  • Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
  • Saat kapan harus memukul bola.

Passing

  • Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
    • Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
    • tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
    • Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
  • Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
    • Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
    • Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
    • Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
    • Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan

Smash (spike)

Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23). Menurut pendapat M. Mariyanto mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada diatas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah .” (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan bahwa , Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes smash adalah tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.

Membendung (blocking)

Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
  • Jongkok, bersiap untuk melompat.
  • Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
  • Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian memblok.

Kedudukan pemain (posisi pemain)

Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masing-masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga dinamakan set upperatau tosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor lima dan enam dinamakan libero